Thursday, 23 October 2014

Tuhan tidak berjanji akan menyingkirkan setiap rintangan yang kita hadapi dalam hidup kita. Ketika manusia jatuh dalam kutukan dosa, maka kesulitan dan rasa sakit ikut masuk dalam kehidupan manusia. Manusia harus bekerja keras dan menderita untuk mencukupi keperluan hidupnya. Perempuan harus menderita saat melahirkan.

Namun ada suatu hal gembira yang Tuhan janjikan bagi kita manusia yang telah jatuh tersebut. Ia berjanji menyertai kita. Ia berjanji untuk mendampingi kita, berjalan bersama kita mengatasi semua rintangan kita. Tuhan berjanji bahwa Ia akan ada di setiap aktiviti hidup kita, bahkan Ia ingin bermenyertai dengan kita untuk mengatasi masalah-masalah hidup kita.

Allah kita adalah Allah yang mahakuasa. Ia mengawal segala sesuatu. Tidak ada sesuatu hal yang dapat terjadi atas kita tanpa rencanaNya. Bersama Tuhan, kita tidak akan pernah dapat dikalahkan. Dan kalau kita tidak pernah dapat dikalahkan, maka tidak ada alasan untuk merasa takut, meskipun situasi yang kita hadapi kelihatannya seperti akan menelan kita, menghancurkan atau membunuh kita.
Daud berkata dalam Mazmur 23:4:” sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelamanan, aku tidak takut bahaya, karena Engkau menyertai aku. GadaMu dan tongkatMu itulah yang menghibur aku.”
Rasa sakit dan kesulitan akan selalu kita alami dan rasakan sepanjang perjalanan hidup kita di dunia ini. Namun perlu kita tahu dan menyedari bahwa Tuhan kita yang mahakuasa itu sering menggunakan rasa sakit dan kesulitan itu untuk mempromosikan kita, untuk membawa kita lebih dekat padaNya, untuk menikmati berkatNya yang lebih besar, lebih melimpah, lebih tinggi dari sebelumnya. 

Paulus menderita rasa sakit karena ada duri dalam dagingnya. Kita tidak tahu apakah itu. Apakah itu suatu pencobaan, ataukah suatu penyakit yang menyakiti tubuh Paulus. Paulus meminta Tuhan untuk mencabut duri dalam dagingnya yang sangat membuatnya menderita. Tapi Tuhan menjawab:”cukup kasih karuniaKu bagimu. Karena justru dalam kelemahanmu, kuasaKu menjadi sempurna.” (2 Korintus 12:9)

Sadrakh, Mesakh dan Abednego harus merasakan rasa sakit dalam bentuk ancaman akan kehidupannya. Mereka diikat dan dilemparkan ke dalam tanur yang telah dipanaskan tujuh kali. Tapi di sana, di dalam tanur itu, Tuhan mendampingi mereka sehingga mereka selamat. Hal yang sama dengan Daniel yang dilemparkan ke dalam gua Singa yang lapar, tetapi di dalam gua itu Tuhan menyertai dia sehingga ia keluar dengan selamat. Yusuf harus dilemparkan ke dalam penjara akibat difitnah oleh isteri Potifar, tetapi di dalam penjara itu Tuhan menyertai dia dan ia diangkatkan menjadi Perdana Menteri.

Jadi segala rasa sakit, kesulitan yang awalnya dimaksudkan oleh Iblis untuk menghancurkan kita orang percaya, dapat digunakan Tuhan untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang percaya dan bersandar kepada namaNya. Bagi Tuhan tidak ada hal yang mustahil. Segala perkara dapat digunakan Tuhan untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang teguh berdiri membela iman percaya mereka kepada Tuhan.
23 Oct 2014

0 comments:

Post a Comment

:) :)) ;(( :-) =)) ;( ;-( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.

Popular Posts