Namun ada
suatu hal gembira yang Tuhan janjikan bagi kita manusia yang telah jatuh
tersebut. Ia berjanji menyertai kita. Ia berjanji untuk mendampingi kita, berjalan
bersama kita mengatasi semua rintangan kita. Tuhan berjanji bahwa Ia akan ada
di setiap aktiviti hidup kita, bahkan Ia ingin bermenyertai dengan kita untuk
mengatasi masalah-masalah hidup kita.
Allah kita adalah Allah yang mahakuasa. Ia mengawal segala sesuatu. Tidak ada sesuatu hal yang dapat terjadi atas kita tanpa rencanaNya. Bersama Tuhan, kita tidak akan pernah dapat dikalahkan. Dan kalau kita tidak pernah dapat dikalahkan, maka tidak ada alasan untuk merasa takut, meskipun situasi yang kita hadapi kelihatannya seperti akan menelan kita, menghancurkan atau membunuh kita.
Daud
berkata dalam Mazmur 23:4:” sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelamanan,
aku tidak takut bahaya, karena Engkau menyertai aku. GadaMu dan tongkatMu
itulah yang menghibur aku.”
Rasa
sakit dan kesulitan akan selalu kita alami dan rasakan sepanjang perjalanan
hidup kita di dunia ini. Namun perlu kita tahu dan menyedari bahwa Tuhan kita
yang mahakuasa itu sering menggunakan rasa sakit dan kesulitan itu untuk
mempromosikan kita, untuk membawa kita lebih dekat padaNya, untuk menikmati
berkatNya yang lebih besar, lebih melimpah, lebih tinggi dari sebelumnya.
Paulus
menderita rasa sakit karena ada duri dalam dagingnya. Kita tidak tahu apakah
itu. Apakah itu suatu pencobaan, ataukah suatu penyakit yang menyakiti tubuh
Paulus. Paulus meminta Tuhan untuk mencabut duri dalam dagingnya yang sangat
membuatnya menderita. Tapi Tuhan menjawab:”cukup kasih karuniaKu bagimu. Karena
justru dalam kelemahanmu, kuasaKu menjadi sempurna.” (2 Korintus 12:9)
Sadrakh,
Mesakh dan Abednego harus merasakan rasa sakit dalam bentuk ancaman akan
kehidupannya. Mereka diikat dan dilemparkan ke dalam tanur yang telah
dipanaskan tujuh kali. Tapi di sana, di dalam tanur itu, Tuhan mendampingi
mereka sehingga mereka selamat. Hal yang sama dengan Daniel yang dilemparkan ke
dalam gua Singa yang lapar, tetapi di dalam gua itu Tuhan menyertai dia
sehingga ia keluar dengan selamat. Yusuf harus dilemparkan ke dalam penjara
akibat difitnah oleh isteri Potifar, tetapi di dalam penjara itu Tuhan
menyertai dia dan ia diangkatkan menjadi Perdana Menteri.
Jadi
segala rasa sakit, kesulitan yang awalnya dimaksudkan oleh Iblis untuk
menghancurkan kita orang percaya, dapat digunakan Tuhan untuk mendatangkan
kebaikan bagi kita yang percaya dan bersandar kepada namaNya. Bagi Tuhan tidak
ada hal yang mustahil. Segala perkara dapat digunakan Tuhan untuk mendatangkan
kebaikan bagi mereka yang teguh berdiri membela iman percaya mereka kepada
Tuhan.
0 comments:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.