Namun demikian segelintir dari kita jarang menggunakan media doa ini, meskipun hidupnya sedang dibadai dengan berbagai masalah. Banyak orang kristian mengabaikan doa, bahkan tidak tahu cara berdoa kepada Allah.
Perlu kita sadar bahwa melalui doa kita datang ke hadirat Allah yang mahakuasa, pencipta dan penguasa seluruh alam semesta. Bayangkan anda mendapat hak istimewa diberikan untuk datang ke dalam hadirat Bapa dan percakapan kepada Bapa yang di syurga secara langsung tanpa pemeriksaan. Hal seperti itu tidak pernah terjadi dengan raja-raja atau para penguasa dunia, akan selalu ada banyak rintangan, akan selalu ada pemeriksaan yang berbelit, pertanyaan yang bermacam-macam tentang maksud kedatangan saudara/i, dan belum tentu anda akhirnya akan diterima dan menyampaikan maksud anda secara langsung kepadanya.
Tetapi Tuhan bersedia menerima kita kapan saja kita mau datang kepadanya melalui doa. Tuhan bersedia mendengar semua keluh kesah kita, ia sabar mendengar kita, dan ia mahu menolong kita bahkan sangat gembira bila kita datang ke hadiratnya.
Ketika kita datang berdoa kepada Allah Bapa kita, kita perlu sadar bahwa kita sedang berdiri di hadapan hadiratNya dan berbicara dengan Dia.
Tempat dan situasi dimana kita berdoa tidak penting, yang penting adalah kesedaran kita akan kehadiran Allah yang maha mulia dan kudus di hadapan kita dalam doa kita. Dalam Kisah Rasul 16:25, Paulus dan Silas berdoa dan bernyanyi pada tengah malam di dalam penjara sesudah mereka dipukuli habis-habisan dan dimasukkan ke dalam penjara. Doa dan nyanyian mereka bahkan kemudian didengar oleh tahanan yang lain. Paulus dan Silas berada dalam situassi yang sangat sulit tetapi mereka terus berdoa dan memuji Allah, mereka sedar sedang berada di hadapan Allah meskipun saat itu mereka berada dalam penjara.
Apa yang terjadi sesudah mereka berdoa dan memuliakan Allah adalah pertunjukkan kuasa Allah yang maha dasyat. Terjadi gempa bumi yang hebat sehingga besi-besi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.
Ketua penjaga penjara itu terbangun dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka. Ia menyangka bahwa semua tahanannya telah melarikan diri sehingga tidak ada jalan lain baginya adalah membunuh dirinya.
Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!"
Ketua penjaga penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?" Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya. Pada jam itu juga Ketua penjaga penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis. Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.
Itulah kekuatan doa kepada Allah yang mampu menembus kekuatan-kekuatan dunia, membuka semua pintu-pintu penjara, meruntuhkan semua belenggu rantai penjara dan menghancurkan hati manusia yang keras untuk bertobat kepada Allah dan memuliakan Dia.
Ketika kita berdoa dan memohon sesuatu kepada Allah, Yesus meminta kita memohon dalam namaNya. Dalam Yohanes 15:16b “ ..... apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. “ Hal yang sama dikatakan Yesus dalam Yohanes 14:13 - 14 “dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."
Segala pemenuhan doa kita diberikan oleh Bapa, Ia yang memberikan dan memenuhi permintaan kita. Segala berkat kepada kita diturunkan dan berasal dari Allah. Oleh karena itu Yesus selalu mengajarkan kepada murid-muridnya untuk meminta kepada Allah, BapaNya, tetapi meminta dalam namaNya. Mengapa harus seperti itu?
Karena Yesus adalah jalan dan kebenaran dan hidup. Tak ada seorangpun yang dapat sampai kepada BapaNya tanpa melalui Dia (Yohanes 14:6). Yesus membuat itu mungkin bagi Bapa menjawab doa-doa kita. Melalui Dia kita diampuni, kita dikenal dan dapat berada di hadirat BapaNya serta menyampaikan petisi kita. Di dalam Yesus ada jaminan, ada harapan, dan ada keselamatan.
Yesus selalu mengajarkan murid-muridnya untuk berdoa dan meminta dalam namaNya, karena kita adalah milik Kristus, bahkan sudah dianggap saudara dalam Yesus, sehingga ketika kita meminta dalam nama Yesus, maka Allah BapaNya langsung mengenal kita sebagai sahabat atau saudara AnakNya. Amin.
0 comments:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.