Jangan mudah
menyerah kepada dunia. Jangan mempertaruhkan iman kita untuk memiliki dunia
ini. Tentu ada jalan keluar yang hebat dan manis Tuhan sediakan.
Selain manusia,
Tuhan juga menganugerahkan hikmat dan kebijaksanaan kepada binatang agar mereka
mempunyai daya tahan untuk terus hidup. Kita manusia tentunya ciptaan Tuhan
yang lebih luarbiasa daripada binatang. Mari kita belajar dari Alkitab. Di
dalam Amsal 30:24-28 berbicara mengenai binatang yang kecil tetapi mempunyai
kebijaksanaan yang luar biasa dalam kehidupan mereka.
I
Pertama adalah
semut. Mereka mempunyai strategi luar biasa untuk bertahan hidup. binatang yang
kecil dan sangat lemah, namun mereka amat giat dalam mengumpulkan makanan yang
tepat, dan memiliki kebijaksanaan yang menghairankan untuk melakukannya pada
waktu yang tepat pula, iaitu musim panas (Amsal 30:25). Ini merupakan suatu
bentuk hikmat yang begitu besar sehingga kita boleh belajar dari mereka untuk menjadi
bijak di masa depan. Rumusannya, semut ini sangat rajin. Semut tidak pernah
menjadi pengemis. Hidup kita orang percaya harus mencontohi semut yang sangat
rajin bagi meneruskan kehidupan.
II
Pelanduk adalah haiwan
yang lemah, dan amat penakut, namun mereka memiliki hikmat yang begitu besar
sehingga membuat rumah mereka di bukit batu, di mana mereka terlindung dengan
baik. Jelas lagi Pelanduk meskipunpun lemah dapat membuat rumahnya di bukit
batu (Amsal 30:26), dan dengan demikian dapat bertahan dari pemangsa. Dan
kelemahan mereka membuat mereka berlindung di balik kubu-kubu dan
benteng-benteng alam. Kesedaran akan kemiskinan dan kelemahan kita sendiri
haruslah mendorong kita untuk datang kepada Dia yang adalah gunung batu yang
terlalu tinggi bagi kita sebagai tempat kita berteduh dan berlindung. Di sana
marilah kita membuat tempat kediaman kita.
III
Ketiga adalah belalang
yang tidak mempunyai raja namun semuanya berbaris dengan teratur seolah-olah
barisan tentera yang hendak maju berperang (Amsal 30:27). Hal ini tidak dapat
dilakukan manusia jika tidak ada pemimpin. Belalang memiliki displin dan keteraturan
yang begitu baik di antara mereka sendiri serta mereka sama sekali tidak
gelisah walaupun tidak mempunyai raja. Mereka semua maju bersama-sama oleh
kerana mereka memiliki kesadaran akan kelemahan haruslah mendorong kita untuk
tetap bersama-sama, agar kita bisa menguatkan tangan satu sama lain.
IV
Terakhir adalah
laba-laba/spider (rujuk terjemahan KJV-Laba-laba/Spider; Indonesia - Cicak) yang dapat ditangkap dengan tangan, tetapi juga ada di
istana-istana raja (Amsal 30:28). Laba-laba adalah serangga, yang juga
merupakan contoh besar dari ketekunan di rumah kita. Laba-laba sangat tekun dalam
menenun jaring-jaring mereka dengan kehalusan dan ketepatan yang bahkan tidak
boleh ditiru. Mereka memegang dengan tangan mereka, dan memintal benang halus
dari isi perut mereka sendiri, dengan seni yang begitu hebat. Mereka juga tidak
hanya berada di rumah-rumah orang miskin, tetapi juga di istana-istana raja,
tidak peduli dengan segala usaha yang dilakukan di sana untuk melenyapkan
mereka. Pemeliharaan ilahi secara menakjubkan memelihara jenis-jenis makhluk
yang bukan saja tidak dipelihara oleh manusia, tetapi juga yang dilawan oleh
tangan semua orang yang berusaha untuk membunuh mereka. Cepat atau lambat,
mereka akan naik pangkat, dan mungkin akan terus mendudukinya, walaupun segala
kesulitan dan kekecewaan yang menghadang mereka. Jika satu jaring yang sudah
terpintal dengan baik disapu bersih, itu hanya merupakan alasan untuk membuat
jaring lain.
Kesimpulannya, mari
kita mencontohi haiwan atau binatang yang kecil tetapi sangat bijaksana dalam
kehidupan mereka. Mereka mempunyai daya tahan hidup yang tinggi meskipun
mempunyai cabaran yang cukup hebat untuk terus hidup.
Artikel ditulis oleh;
Robin Maramat, Master
Christian Studies (MBTS)
0 comments:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.