Mari kita renung sejenak dan belajar sesuatu dari
para gembala (Lukas 2:8-20) di dalam Alkitab bagaimana mereka meresponi pernyataan
kabar baik dari Allah.
Siapakah para gembala ini? Pada masa itu
mereka termasuk orang-orang yang disisihkan dan tidak dihormati oleh orang
Yahudi, khususnya oleh para rabi Yahudi karena mereka dianggap bodoh, tidak
terdidik, suka mencuri anak domba, tidak jujur, dan melakukan pekerjaan yang
sia-sia. Maka mereka tidak boleh menghadiri ibadah di bait Allah dan bersaksi
dalam pengadilan. Tidak hairan mereka sering berpindah-pindah dan memilih
tinggal bermalam di padang belantara bersama ternakan mereka. Namun demikian,
Allah berkenan menyatakan anugerah dengan menyampaikan berita Natal,
pertama-tama kepada mereka.
Di
daerah itu ada gembala-gembala yang
tinggal di padang menjaga kawanan ternak
mereka
pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka
dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
Lalu
kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku
memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir
bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
(Luk 2:8-11)
Bagaimana mereka merespons kabar baik itu?
Mula-mula takut, tetapi kemudian berubah menjadi menjadi sukacita. Mula-mula
merasa terasing dan tidak bererti, lalu menjadi hidup penuh erti dan damai
sejahtera. Bahkan mereka bergegas pergi ke Betlehem untuk menemukan bayi Yesus
dengan tanda pengenalannya. Menemukan Yesus telah mengubah hidup mereka secara
luar biasa, dan telah mendorong mereka menaikkan rasa syukur mereka dan
menceritakan kabar baik itu kepada orang lain agar mereka juga boleh mengalami
sukacita dan damai sejahtera tersebut (Lukas 2:17-18).
Sudahkah saudara-saudari meresponi khabar
baik hari ini dengan memberitakan Yesus kepada orang yang memerlukannya?
0 comments:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.