Friday, 8 December 2017

Kisah orang majus yang sangat terkenal di dalam Alkitab iaitu kaum filsuf dari Persia.  Mereka di kejutkan oleh penampakan bintang besar yang luar biasa dan kemudian orang-orang majus menuju ke Yudea untuk menghormati bayi yang kelak akan menjadi Raja besar. Kedatangan mereka menjadi ketakutan yang besar kepada Herodes yang kemudian mahu mencari maklumat dimanakah Yesus akan dilahirkan (Matius 2:4). Jawapan atas pertanyaan Herodes terdapat dalam Mikha 5:2 Penguasa yang dijanjikan akan lahir di Betlehem.

Pernyataan Herodes bahwa dia pun akan pergi dan menyembah bayi jika lokasi kelahirannya sudah ditemukan, adalah pernyataan dusta.

Kemudian dia menyuruh mereka ke Betlehem katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia." (Matius 2:8)

Itu adalah kebohongan sebab Herodes yang tua ini bermaksud membunuh bayi Yesus. Ini merupakan contoh respon yang jahat terhadap Yesus. Respon yang positif dapat dilihat dalam diri orang majus. Sebagai orang asing mereka dengan penuh suka cita mendatangi rumah dimana keluarga Yesus tinggal (Matius 2:10). Di sana mereka menyembah bayi Yesus, membuka tempat harta bendanya, dan memberikan persembahan kepada-Nya. Secara tradisi, persembahan yang diberikan kepada Yesus adalah persembahan yang biasanya ditujukan kepada seorang Raja yaitu mas, kemenyan, dan mur (Matius 2:11). Mereka menyembah Yesus lalu membuka harta bendanya, kemudian memberikan persembahan kepada-Nya.

Seringkali kita sebagai manusia hanya menyembah harta benda. Wang atau benda-benda yang dapat dibeli dengan wang menjadi fokus hidup kita. Ketika kita menyembah harta benda, kita tidak akan mempunyai hati untuk Yesus atau orang lain. Menyembah Yesus membebaskan diri kita dari terfokus pada kebendaan. Harta benda duniawi tidak lagi mencengkeram hati kita. Ketika kita menemukan kesukacitaan dalam melayani Kristus, dengan sukarela kita akan memberikan harta benda kita kepada-Nya sebagai persembahan.

Pesannya disini ialah hanya mengenal Yesus saja tidak cukup. Mereka yang mengakui keajaiban kelahiran-Nya namun tidak mau menyerahkan hidup kepada-Nya adalah seperti Herodes. Hendaklah dengan penuh sukacita kita merendahkan diri, menyembah, dan menyambut Dia bukan hanya sebagai Juruselamat namun juga sebagai Tuhan atas hidup dan segala yang kita miliki.

www.sarawakdoaku.com
08 Dec 2017

0 comments:

Post a Comment

:) :)) ;(( :-) =)) ;( ;-( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.

Popular Posts