Pernyataan Herodes
bahwa dia pun akan pergi dan menyembah bayi jika lokasi kelahirannya sudah
ditemukan, adalah pernyataan dusta.
Kemudian
dia menyuruh mereka ke Betlehem katanya: "Pergi dan selidikilah dengan
seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia,
kabarkanlah kepadaku supaya akupun
datang menyembah Dia." (Matius 2:8)
Itu adalah
kebohongan sebab Herodes yang tua ini bermaksud membunuh bayi Yesus. Ini
merupakan contoh respon yang jahat terhadap Yesus. Respon yang positif dapat
dilihat dalam diri orang majus. Sebagai orang asing mereka dengan penuh suka
cita mendatangi rumah dimana keluarga Yesus tinggal (Matius 2:10). Di sana
mereka menyembah bayi Yesus, membuka tempat harta bendanya, dan memberikan
persembahan kepada-Nya. Secara tradisi, persembahan yang diberikan kepada Yesus
adalah persembahan yang biasanya ditujukan kepada seorang Raja yaitu mas,
kemenyan, dan mur (Matius 2:11). Mereka menyembah Yesus lalu membuka harta bendanya,
kemudian memberikan persembahan kepada-Nya.
Seringkali kita
sebagai manusia hanya menyembah harta benda. Wang atau benda-benda yang dapat
dibeli dengan wang menjadi fokus hidup kita. Ketika kita menyembah harta benda,
kita tidak akan mempunyai hati untuk Yesus atau orang lain. Menyembah Yesus
membebaskan diri kita dari terfokus pada kebendaan. Harta benda duniawi tidak
lagi mencengkeram hati kita. Ketika kita menemukan kesukacitaan dalam melayani
Kristus, dengan sukarela kita akan memberikan harta benda kita kepada-Nya
sebagai persembahan.
Pesannya disini
ialah hanya mengenal Yesus saja tidak cukup. Mereka yang mengakui keajaiban
kelahiran-Nya namun tidak mau menyerahkan hidup kepada-Nya adalah seperti
Herodes. Hendaklah dengan penuh sukacita kita merendahkan diri, menyembah, dan
menyambut Dia bukan hanya sebagai Juruselamat namun juga sebagai Tuhan atas
hidup dan segala yang kita miliki.
www.sarawakdoaku.com
0 comments:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.