Shalom
saudara/I yang saya hormati sekalian. Saya menulis ini sebab saya sendiri
sangat terbeban dalam usaha memenangkan atau memberitakan khabar baik (injil)
kepada mereka yang belum percaya.
Mari kita kembali
kepada panggilan Tuhan. Meneliti kembali apa yang Tuhan maksudkan.
Keselamatan
yang Kristus janjikan adalah merupakan tarikan yang kuat dari Bapa Syurgawi.
Tanpa tarikan Tuhan kita tidak dapat melihat kerajaanNya.
Injil yang ditulis Yohanes seorang murid
yang sangat dikasihi Kristus menyatakan;
“Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku,
jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku” (Yohanes 6:44).
Apa menyebabkan sebilangan manusia tidak
menerima keselamatan walau berkali-kali dikhabarkan berita Injil keselamatan?
Tidak tertarik untuk menerima janji-janji syurga Tuhan?
Keterbatasan
manusia.
Ayat ini mengatakan,
“Tidak ada seorangpun yang dapat datang
kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku” (Yohanes
6:44).
Mengapa manusia tidak mungkin dapat
datang kepada Kristus tanpa Allah menarik dia? Pertama, jawabannya sederhana
saja. Karena manusia adalah ciptaan Allah sendiri dan telah mengalami kerosakan
penuh. Kerusakan penuh ini sudah berlaku di Taman Eden. Adam dan Hawa tidak
lagi dibenarkan Tuhan untuk menikmati keindahan Taman Eden. Setiap orang
dilahirkan telah mewarisi keadaan yang rosak ini. Hubungan manusia dengan Tuhan
terputus.
Daud berkata,
“Sesungguhnya, dalam kesalahan aku
diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku” (Mazmur 51:7).
Alkitab mengajarkan bahwa setiap anak
yang dilahirkan adalah orang berdosa. Anak-anak tidak lahir tanpa dosa. Mereka
dilahirkan dengan penuh dosa dan pemberontakan terhadap Allah.
Orang tua kita yang pertama telah jatuh
ke dalam dosa dan memberontak melawan Allah. Dosanya membawa kerosakan yang
bersifat universal bagi semua keturunannya, bagi setiap manusia.
Alkitab berkata,
“Sebab itu, sama seperti dosa telah
masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah
maut itu telah menjalar kepada semua orang…” (Roma 5:12).
Jadi setiap manusia secara rohani telah
mati. Alkitab berkata,
“Kita telah mati oleh
kesalahan-kesalahan kita” (Efesus 2:5).
“Sebab keinginan daging adalah perseteruan
terhadap Allah…” (Roma 8:7a).
Fikiran manusia yang belum benar-benar
bertobat memusuhi Allah. Hati manusia senantiasa menentang Allah dan tidak
mampu untuk mengubahnya,
“…karena ia tidak takluk kepada hukum
Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya” (Roma 8:7b).
Orang yang belum bertobat adalah
antikristus kecil, yang secara penuh memusuhi Allah dan Yesus anak tunggalNya.
Juga, semua manusia dalam keadaan
alaminya tidak memiliki kemampuan untuk menerima kebenaran Injil. Alkitab
berkata,
“Tetapi manusia duniawi tidak menerima
apa yang berasal dari Roh Allah… dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu
hanya dapat dinilai secara rohani” (I Korintus 2:14).
Itulah sebabnya mengapa Yesus berkata,
“Tidak ada seorangpun yang dapat datang
kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku” (Yohanes
6:44).
Kedua,
kesalahan-kesalahan manusia.
Manusia dalam kerosakan yang diwarisinya
tidak dapat datang kepada sang Juruselamat.
Yesus berkata: “Namun kamu tidak mau
datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu” (Yohanes 5:40).
Daripada datang kepada Kristus, pikiran
manusia yang telah rusak lebih suka melakukan berbagai hal lainnya. Mereka akan
berdoa, dan bergantung pada doa mereka daripada datang kepada Kristus.
Mereka mahu percaya setiap ayat Alkitab,
dan menggantungkan kepercayaan mereka pada ayat itu, daripada datang kepada
Kristus.
Mereka akan “berusaha melakukan
perbuatan terbaik mereka,” daripada datang kepada Kristus.
Mereka akan mencoba menjadikan Kristus
sebagai Tuhan atas hidup mereka, daripada datang kepada Kristus.
Mereka ingin memiliki “perasaan damai”
dan bergantung pada perasaan itu, dari pada datang kepada Kristus.
Datang kepada Yesus nampak seperti
sesuatu yang paling sederhana di dunia ini. Namun tanpa tarikan Bapa, tidak
seorangpun yang akan sungguh-sungguh datang kepada Yesus sendiri. Seperti sang
Juruselamat pernah berkata,
“Tidak ada seorangpun yang dapat datang
kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku” (Yohanes
6:44).
Dalam keadaan kita yang telah rosak,
kita tidak akan melihat nilai (value) pada Yesus. Dia tidak akan
terlihat penting bagi kita dalam keadaan Anda saat ini. Berbicara tentang umat
manusia yang terhilang, nabi berkata tentang Kristus,
“Orang menutup mukanya terhadap dia dan
bagi kitapun dia tidak masuk hitungan” (Yesaya 53:3).
Dalam keadaan kita yang telah rusak,
kita tidak akan melihat nilai atau value yang nyata di dalam kematian
Kristus di kayu Salib. Walaupun Anda mendengar ribuan kali bahwa Ia telah mati
menggantikan kita, untuk membayar dosa-dosa kita, namun kebenaran agung dari
Injil ini tidak akan memiliki erti walaupun kita telah mendengar ribuan kali.
“Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus
dan engkau akan selamat” (Kisah Rasul 16:31)
Kesalahan-kesalahan manusia akan selalu
memimpin untuk menggunakan usaha-usaha manusia itu sendiri untuk beroleh
selamat. Ternyata segala usaha manusia itu sia-dia kecuali Allah menarik dia
kepada sang Juruselamat.
Ketiga,
tarikan Bapa
Selanjutnya, seseorang mungkin bertanya,
“Apakah saya sedang ditarik kepada Yesus?” Jika saudara dan saudari menyedari
akan dosa sendiri, barangkali Bapa sedang menarik diri kita. Jika kita sendiri
menyedari kesalahan-kesalahan hati barangkali iya. Jika diri kita sendiri
menyedari dosa-dosa tercatat dalam
firmanNya, barangkali iya. Dan jika seandainya diri kita sedar memerlukan Darah
Yesus untuk menyucikan dosa-dosa Anda, barangkali iya.
“Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak
akan Kubuang” (Yohanes 6:37).
Zakhius, si pemungut cukai, turun dari
pohon dan datang kepada Yesus. Bartimeus Buta tidak dapat melihat sang
Juruselamat, namun ia datang kepada Yesus, dan diselamatkan. Wanita yang sangat
berdosa merangkak di bawah meja dan menciumi kaki Yesus. Pada saat ia datang
kepada sang Juruselamat, Dia berkata kepada perempuan itu, “Dosamu telah
diampuni” (Lukas 7:48). Orang-orang ini dengan begitu mudah datang kepada Yesus
karena Allah menarik mereka kepada Dia.
Orang-orang Farisi, Herodes, Pilatus,
Yudas dan banyak yang lainnya tidak datang kepada Dia, karena Allah tidak
menarik mereka kepada sang Juruselamat. Ia ada di antara mereka, namun mereka
tidak percaya kepada Dia. Mereka tidak datang kepada Dia dengan iman. Namun
bagi orang-orang berikut ini mudah karena Allah menarik mereka untuk datang
kepada Dia. Zakhius, Bartimeus Buta dan wanita yang penuh dosa itu datang
kepada Yesus dengan segera dan dengan mudah karena Allah menarik mereka kepada
sang Juruselamat.
Jika Allah sedang menarik saya
dan saudara maka dengan mudah dan sederhana akan datang kepada Yesus sama
seperti orang-orang pada zaman Alkitab itu. Jadi datanglah kepada Yesus!
Langsung datanglah kepada Dia, yang duduk di sebelah kanan Allah di Sorga.
Langsung datanglah kepada Dia dengan iman. Datang dan beristerahatlah di dalam
Dia. Datang dan percayalah kepada Dia. Datanglah kepada Dia sekarang juga dan Ia
akan menyucikan dosa-dosa kita dengan Darah-Nya sendiri. Ia akan memakaikan kebenaran-Nya
sendiri kepada kita. Yesus akan menyelamatkan setiap orang yang datang kepada
Dia.
“Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak
akan Kubuang” (Yohanes 6:37).
Dalam hal
keselamatan, Kristus berkata bahwa kita tidak memiliki kemampuan untuk memilih
sama sekali. Semuanya kerana tarikan Bapa Syurgawi. Bersyukurlah saudara/I yang
tergolong dalam golongan yang berhasil dan beruntung oleh kerana Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku,
jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku.
Marilah kita melahirkan perasaan
bersyukur selalu.
Penulisan
ini di ambil dari petikan khotbah Dr. R. L. Hymers, Jr.
0 comments:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.