Sempena menyambut tarikh-tarikh penting
ini setiap tahun, marilah kita belajar dari tulisan Rasul Paulus kepada mereka
yang tinggal di daerah Galatia di dalam Alkitab. Paulus pernah datang dan
menginjil ke daerah Galatia dan mendirikan jemaat Tuhan pada ketika itu. Namun
setelah Paulus meninggalkan daerah tersebut, jemaat-jemaat disana telah
disesatkan dan Injil Kristus telah diputarbalikkan (Galatia 1:6-8).
Kalau kita meneliti keseluruhan surat
Galatia ini, kita boleh memahami hati Paulus yang mahu orang-orang Galatia yang
sudah menerima Injil Kristus terus berdiri teguh dan mengalami kemerdekaan yang
hanya didalam Kristus.
Galatia 5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus
telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi
dikenakan kuk perhambaan.
Lanjutan dari itu, Rasul memperjelaskan
makna kemerdekaan yang mereka (orang-orang Galatia) yang telah mereka terima
dalam Kristus. Pesan Rasul Paulus di dalam surat Galatia ini juga boleh
dijadikan teladan dan pegangan kepada kita pada hari ini.
Galatia 5:13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil
untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai
kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang
lain oleh kasih.
Kemudian, Rasul Paulus memberikan
gambaran-gambaran dan buah-buah kemerdekaan yang harus terhasil daripada
orang-orang yang percaya kepada Kristus. Penjelasan Rasul Paulus pada rangkap-rangkap
berikut di dalam Galatia 5:14-26 ternyata sangat langsung tanpa terselindung
dan sangat bertepatan dengan kehidupan-kehidupan rohani kita pada hari ini.
Bercakap
mengenai kehidupan rohani kita. Kedewasan kita tidak diukur secara luaran
melainkan hubungan erat atau intim kita dengan Tuhan. Jangan pernah merasa puas
dengan kehidupan rohani kita! Jika kita
sudah merasa puas dengan kehidupan rohani kita, berarti Iblis sedang mengunci
kita. Selama kita masih hidup, selama itu pula kita tidak boleh berhenti
bertumbuh untuk menjadi semakin baik, semakin berkenan, dan semakin sempurna
seperti Kristus.
Jangan
pernah berhenti belajar firman Tuhan. Pergi ke gereja sekali seminggu saja
tidak mampu menjamin pertumbuhan kerohanian kita, apalagi jika kita memutuskan
untuk berhenti mempelajari Alkitab sama sekali.
Saudaraku,
jangan hanya membaca Alkitab ketika berada di gereja sekali seminggu!
Pelajarilah Alkitab setiap hari! Paling tidak, Saudara rajin membaca
renungan-renungan harian yang Alkitabiah seperti yang saudara/I sedang baca ketika
ini. Intinya, jika kita masih hidup
sekarang, berarti Tuhan masih memberikan kita kesempatan untuk terus bertumbuh
dan memperbaiki diri.
2
Korintus 4:16
“Sebab
itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin
merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.”
0 comments:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.