Mazmur 100 ini mengajarkan kepada kita apa
artinya menyembah Tuhan dengan penuh sukacita sebagai tanda bahwa kita
menjalani hidup kita oleh kasih karunia dan bukan karena bersandar pada
kemampuan dan usaha kita. Kita diingatkan oleh Mazmur ini bahwa Tuhan memegang
kendali atas segala sesuatu, bahwa kita milik kepunyaanNya, dan bahwa
pengasihanNya berlaku selama-lamanya.
Mazmur 100 ini diberi judul "Pujilah Allah
dalam baitNya" dan dimulai dengan mengatakan "Bersorak-soraklah bagi
TUHAN, hai seluruh bumi!"
Memberikan pujian kepada Tuhan merupakan
tanda ucapan syukur kita atas kasih karunia Tuhan yang besar dalam hidup kita,
dan itu harus terjadi dengan penuh semangat dan penuh sukacita. Kita tidak
boleh menunjukkan rasa terima kasih atas pemberian Tuhan dengan muka yang muram
dan tidak bersemangat.
Ketika kita datang kepada Tuhan dalam
hadiratNya yang suci dan agung, kita sebenarnya sedang diperhatikan oleh segala
bala tentara surga yang berkumpul mengelilingi kemuliaan Tuhan. Karena itu kita
harus datang dengan penuh sukacita, penuh hormat mengagungkan namaNya yang
kudus dan perbuatan-perbuatan ajaib dan besar yang Tuhan lakukan dalam hidup
kita.
Tembok-tembok Setan dalam pikiran kita
seringkali berupa pikiran bahwa orang percaya harus bersikap serius, murung
atau sedih untuk menunjukkan bahwa dia sedang berada dalam kesulitan atau
peperangan. Itu yang biasa ditunjukkan oleh para pejabat negara bila menghadapi
masalah-masalah yang berat dan serius. Namun bagi kita, tidak seperti itu.
Karena bukan kita yang berperang melawan musuh-musuh kita, bukan karena upaya
dan kekuatan kita, tetapi kemenangan karena Tuhan yang berperang dari pihak
kita melawan musuh-musuh kita.
Untuk dapat memuji Tuhan dengan baik, kita
perlu memiliki suatu hubungan intim dengan Tuhan, suatu komunikasi terus
menerus dengan Tuhan. Doa adalah komunikasi kita dengan Bapa di Surga.
Keinginan untuk terus berada dalam hadirat Tuhan yang mulia menjadi tujuan dan
keinginan mendalam kita. Tuhan bagi kita seorang kekasih yang begitu rindu kita
ingin bertemu dan berbicara dengannya. Hal yang sama juga ditunjukkan oleh
Tuhan. Tuhan sangat rindu bertemu dengan kita, Dia menunggu kita datang kepada
Dia. Kita ingat perumpamaan anak yang hilang, Bapa selalu menunggu anaknya
kembali dengan penuh harap. Kasih Tuhan kepada kita telah ditunjukkan
berkali-kali kepada kita manusia melalui Yesus Kristus yang bersedia melepaskan
semua atribut kemuliaanNya sebagai Anak Allah, untuk menderita dan mati di kayu
salib. Tuhan sudah menunjukkan kasihNya kepada kita sebelum kita bersedia
menunjukkan kasih kita kepadaNya.
Pujian adalah berterima-kasih atas
perbuatan-perbuatan Tuhan dalam hidup kita. Saat kita sedang menderita
sekalipun, pujian kepada Tuhan bisa menjadi senjata kita mengalahkan musuh-musuh
kita. Ketika kita memuji Tuhan dalam saat tergelap dalam hidup kita karena
perlakukan buruk yang kita terima dari orang lain misalnya, kita sebenarnya
sedang menggantikan pikiran kita dan pikiran musuh-musuh kita yang mencoba
memesongkan kita, mencoba menekan dan menakutkan kita, dengan pikiran Tuhan.
Firman Tuhan, nama Yesus, dan darah Yesus adalah senjata
Tuhan yang mengubah pikiran kita. Kita dapat mencontoh Rasul Paulus dan Silas
saat mereka dicambuk dan kemudian dimasukkan ke penjara, dirantai kaki dan
tangan, di saat malam ketika luka-luka mereka makin perih, mereka justru
bernyanyi dengan penuh semangat memuji Tuhan Yesus. Pujian-pujian mereka begitu
keras sehingga dapat didengar oleh para tahanan yang lain. Apa yang terjadi
kemudian adalah pertunjukkan kuasa Tuhan melalui gempa bumi hebat, pintu-pintu
penjara terbuka lebar, dan rantai-rantai pengikat semua orang tahanan terlepas
(Kisah 16:19-25).
Memuji Tuhan bukan hanya ketika kita
diberkati saja, tetapi juga saat-saat tergelap dalam hidup kita. Memuji Tuhan
harus menjadi bagian dari sikap hidup kita. Seperti sikap Daud dalam Mazmur
34:2: "Aku hendak memuji Tuhan pada segala waktu".
Setiap dan segala waktu memuji Tuhan.
0 comments:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.