Bilakah saatnya
kita menunjukkan iman kita? Kebanyakan kita hanya percaya ketika segala sesuatu
berjalan baik, ketika setiap orang mengatakan hal-hal baik tentang kita.
Ketika kita takut,
maka Tuhan yang kita percayai dan sembah menjadi Tuhan yang penakut. Ketika
kita ragu-ragu tentang kemahakuasaan tuhan, terutama selama menghadapi kirisis,
maka tuhan kita itu menjadi Tuhan yang diragukan kemampuannya.
Tetapi ketika kita
percaya kepada Tuhan dalam krisis kehidupan kita, maka Tuhan kita menjadi Tuhan
yang menolong kita. Itulah yang terjadi dengan Daniel saat mengetahui bahwa
orang-orang di sekeliling raja Darius telah merancangkan kematiannya bila ia
terus menyembah Tuhannya. Daniel bukannya menjadi takut, tetapi malah membuka
jendelanya dan berdoa dengan suara keras agar didengar oleh musuh-musuhnya
(Daniel 6:11-12). Hal yang sama terjadi dengan ketiga temannya, Zadrach, Mesakh
dan Abednego. Mereka dipaksa harus menyembah patung raja Nebukadneser saat
terompet dibunyikan, jika tidak mereka akan dilemparkan ke dalam tanur api yang
sudah dipanaskan tujuh kali. Mereka menjawab (Daniel 3:16-17):3:16 Lalu
Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya
kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. 3:17 Jika Allah kami yang kami
puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang
menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; 3:18 tetapi seandainya
tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa
tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
Kesulitan
sebenarnya boleh menjadi kesempatan kita untuk memuliakan Tuhan yang kita
sembah. Ketika Tuhan melepaskan dari semua kesulitan kita, terutama di hadapan
musuh-musuh kita yang membenci kita karena Tuhan kita, maka nama Tuhan akan
sangat dimuliakan. Ketika Daniel dan ketiga temannya berani mempercayai Tuhan
di hadapan musuh-musuh mereka, Tuhan yang mereka sembah, Allah Isreal, dikenal,
ditakuti dan disembah di seluruh kerajaan Babel, atau Media dan Persia. Seluruh
orang dalam kerajaan Media dan Persia, atau Babel menjadi gemetar terhadap
Tuhannya Daniel, Zadrach, Mesakh dan Abednego. Tuhan yang mereka sembah menjadi
Tuhan yang menolong dan membebaskan.
Ternyata, bukan
nanti, esok atau lusa? Tapi inilah masanya. Ladang sedang menguning siap untuk
dituai. Tuailah sekarang.
0 comments:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.