Bagi menjawab persoalan ini, saya lebih
berminat kepada apa yang ditulis Paulus kepada jemaat Tuhan di Kota Filipi
suatu masa dulu. Pada perjalanan misi keduanya, kira-kira tahun 49 Masihi,
Paulus dan rombongannya membawa Injil ke Filipi seperti yang tertulis dalam
Kisah Para Rasul 16. Sejauh yang dibaca, jemaat di Filipi adalah jemaat pertama
di Eropah. Paulus juga mendorong mereka (jemaat Filipi) untuk maju agar
mengenal Tuhan dalam persatuan, kerendahan hati, persekutuan, dan damai
sejahtera. Pada bahagian Filipi 4:6 Paulus berpesan supaya jemaat di Filipi supaya
‘Janganlah
hendaknya kamu khuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal
keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur’
Walaupun pesan Paulus ditujukan khas kepada
jemaat di Filipi pada ketika itu, namun ternyata pesan ini juga terpakai kepada
kita warga ibu pertiwiku pada zaman ini.
1)
Jangan khuatir tentang apapun.
Apa yang kita dengar, apa yang kita baca dan
apa yang kita lihat telah banyak menguasai diri kita sehingga kita berasa sangat
khuatir. Sehingga kadangkala kita lupa bahawa kita mempunyai Tuhan yang hebat
dan berkuasa yang boleh kita sandarkan segala permasalahan yang kita alami.
Pesan Paulus ini cukup tersurat dan tidak terselindungkan supaya kita tidak
khuatir akan apa yang akan berlaku. Tuhan punya rencana.
2)
Nyatakan segala permohonan dalam doa.
Jelas sekali, tulisan Paulus menyeru agar
semua umat percaya pada hari supaya menyatakan segala permohonan di dalam doa
kepada Bapa di Syurga. Inilah tindakan yang paling tepat dan bijak. Lebih-lebih
lagi pilihanraya negeri Sarawak akan diadakan dalam masa terdekat. Maka doa dan
teruslah berdoa untuk kepimpinan negeri pada masa akan datang supaya mereka
yang akan memimpin negeri ini akan diberikan visi dan misi dari Tuhan dan
mempunyai hati yang takut akan Tuhan dalam segala tindakan dan keputusan
mereka. Lebih-lebih lagi kita berdoa untuk kaum-kaum terabai agar Injil Kristus
dapat dikongsi kepada mereka dan keselamatan Yesus juga sampai kepada mereka.
3)
Ucapan syukur.
Umat Tuhan dinegeri Ibu pertiwi ini, wajar
selalu bersyukur atas segala sesuatu yang telah diterima dari Tuhan. Perasaan
bersyukur kita kepada Tuhan juga suatu bentuk penyembahan kepada Tuhan. Kita
bersyukur dalam kekurangan dan kita juga harus bersyukur dalam kelimpahan yang
diterima.
Tiga hal ini menjadi visi dan misi kita
untuk ibu pertiwi tanah air yang diberkati Tuhan ini. Pesan Paulus ini cukup
jelas dan senantiasa relevan untuk kita pada masa sekarang.
Jangan khuatir,
Berdoalah dan
Bersyukurlah.
0 comments:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.