Saturday, 22 August 2015

Tetap setia merupakan tuntutan dan kewajipan setiap orang. Tetap setia bererti setia memegang janji, setia terhadap apa yang dikatakan, dan setia dalam tangung jawab dan peri laku yang baik. Meskipun tuntutan ini berat tetapi harus dilakukan, meskipun sudah menjadi sifat dasar manusia untuk selalu ingin bebas, memiliki kebebasan menentukan pilihan, kebebasan yang sering justeru menjurus kepada ketidaksetiaan.

Adam dan Hawa diciptakan untuk memiliki hubungan yang akrab dengan Allah. Dalam hubungan yang seperti ini mereka hidup dalam suasana yang damai, penuh kebahagiaan dan berkecukupan. Semua begitu indah, sampai suatu saat mereka tergoda untuk keluar dari kesetiaan mereka kepada Allah. Mereka tergoda untuk tidak setia terhadap janji dan larangan Allah, dan ingin memiliki sesuatu yang lebih dari apa yang disediakan bagi mereka. Akibatnya mereka terjerumus dalam ketidaksetiaan, dalam kebohongan dan saling melempar tanggung jawab.

Ketika Tuhan datang mencari mereka sesudah terjatuh dalam ketidaksetiaan, mereka bersembunyi, dan ketika Tuhan menemukan mereka dan bertanya mengapa mereka bersembunyi, mereka malu atas situasi mereka yang telanjang. Ketika Tuhan bertanya mengapa mereka makan buah larangan itu, mereka saling menuduh dan melempar tanggung jawab.

Itulah kebiasaan manusia, sulit untuk setia, sulit untuk mengaku ketidaksetiaannya dan menerima tanggung jawab.

Lukas 16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Mazmur 18:25-28: Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela, terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit. Karena Engkaulah yang menyelamatkan bangsa yang tertindas, tetapi orang yang memandang dengan congkak Kaurendahkan. Karena Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya; TUHAN, Allahku, menyinari kegelapanku.

Dalam Mazmur 18:25-28, Daud yang adalah seorang raja besar mengungkapkan pengakuannya akan pentingnya kesetiaan kepada Tuhan yang akan berdampak pada berkat-berkat Tuhan dalam kehidupannya.

Menurut Daud, terhadap orang yang setia Tuhan akan berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Tuhan juga akan berlaku tidak bercela, terhadap orang yang suci Tuhan berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Tuhan akan berlaku belat-belit.

Tuhan menyelamatkan bangsa yang tertindas, tetapi orang yang memandang dengan congkak direndahkanNya.

Daud memuliakan Tuhan, karena Dialah yang membuat pelitanya (hidupnya) bercahaya, Tuhan menyinari hidupnya dengan penuh kesuksesan dan menolongnya dari musuh-musuhnya.

Kesetiaan adalah kunci suatu persahabatan, suatu hubungan yang harmonis. Ketika salah satu pihak menjadi tidak setia, maka tidak ada alasan untuk meminta pihak lain tetap setia. Begitu juga dengan Tuhan, ketika kita tidak setia kepadaNya, maka tak ada alasan, tak ada tanggung jawab Tuhan untuk menolong kita. Tanpa kesetiaan, kita tidak terhitung dalam kasih dan anugerah Tuhan.

Tuhan Yesus, meminta kita untuk selalu menjaga kesetiaan kita, baik dalam hal-hal yang kecil maupun besar. Ketika kita setia, maka Tuhan akan tetap setia melindungi kita, tetap setia menolong kita dan tetap setia mencurahkan berkatnya dalam kehidupan kita. Tuhan menolong saudara dan saudari.

sarawakdoaku.blogspot.com

22 Aug 2015

0 comments:

Post a Comment

:) :)) ;(( :-) =)) ;( ;-( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.

Popular Posts