Adam dan Hawa
diciptakan untuk memiliki hubungan yang akrab dengan Allah. Dalam hubungan yang
seperti ini mereka hidup dalam suasana yang damai, penuh kebahagiaan dan
berkecukupan. Semua begitu indah, sampai suatu saat mereka tergoda untuk keluar
dari kesetiaan mereka kepada Allah. Mereka tergoda untuk tidak setia terhadap
janji dan larangan Allah, dan ingin memiliki sesuatu yang lebih dari apa yang
disediakan bagi mereka. Akibatnya mereka terjerumus dalam ketidaksetiaan, dalam
kebohongan dan saling melempar tanggung jawab.
Ketika Tuhan
datang mencari mereka sesudah terjatuh dalam ketidaksetiaan, mereka
bersembunyi, dan ketika Tuhan menemukan mereka dan bertanya mengapa mereka
bersembunyi, mereka malu atas situasi mereka yang telanjang. Ketika Tuhan
bertanya mengapa mereka makan buah larangan itu, mereka saling menuduh dan
melempar tanggung jawab.
Itulah
kebiasaan manusia, sulit untuk setia, sulit untuk mengaku ketidaksetiaannya dan
menerima tanggung jawab.
Lukas 16:10
"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam
perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil,
ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
Mazmur
18:25-28: Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang
tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela, terhadap orang yang suci Engkau
berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit.
Karena Engkaulah yang menyelamatkan bangsa yang tertindas, tetapi orang yang
memandang dengan congkak Kaurendahkan. Karena Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya;
TUHAN, Allahku, menyinari kegelapanku.
Dalam Mazmur
18:25-28, Daud yang adalah seorang raja besar mengungkapkan pengakuannya akan
pentingnya kesetiaan kepada Tuhan yang akan berdampak pada berkat-berkat Tuhan
dalam kehidupannya.
Menurut Daud,
terhadap orang yang setia Tuhan akan berlaku setia, terhadap orang yang tidak
bercela Tuhan juga akan berlaku tidak bercela, terhadap orang yang suci Tuhan
berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Tuhan akan berlaku
belat-belit.
Tuhan
menyelamatkan bangsa yang tertindas, tetapi orang yang memandang dengan congkak
direndahkanNya.
Daud
memuliakan Tuhan, karena Dialah yang membuat pelitanya (hidupnya) bercahaya,
Tuhan menyinari hidupnya dengan penuh kesuksesan dan menolongnya dari
musuh-musuhnya.
Kesetiaan
adalah kunci suatu persahabatan, suatu hubungan yang harmonis. Ketika salah
satu pihak menjadi tidak setia, maka tidak ada alasan untuk meminta pihak lain
tetap setia. Begitu juga dengan Tuhan, ketika kita tidak setia kepadaNya, maka
tak ada alasan, tak ada tanggung jawab Tuhan untuk menolong kita. Tanpa
kesetiaan, kita tidak terhitung dalam kasih dan anugerah Tuhan.
Tuhan Yesus, meminta
kita untuk selalu menjaga kesetiaan kita, baik dalam hal-hal yang kecil maupun
besar. Ketika kita setia, maka Tuhan akan tetap setia melindungi kita, tetap
setia menolong kita dan tetap setia mencurahkan berkatnya dalam kehidupan kita.
Tuhan menolong saudara dan saudari.
sarawakdoaku.blogspot.com
sarawakdoaku.blogspot.com
0 comments:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.