Wednesday, 19 August 2015

Yesus tidak mati di kayu salib agar kita hidup dalam kebebasan yang membabi buta, hidup tanpa kawalan, hidup yang dipimpin oleh keinginan diri sendiri. Dalam ayat Roma 14:17-18 Paulus mengatakan bahwa “Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.” Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.

Apa yang yang dimaksud oleh Paulus dengan mengatakan bahwa kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus?

Kerajaan Allah berarti kerajaan dimana Tuhan yang memerintah, hukum-hukum Tuhan yang berlaku. Kita ini adalah warga kerajaan Allah kalau hidup kita diatur oleh hukum-hukum Allah dan dimana Rohkudus membawa kebenaran, kedamaian dan sukacita.

Ketika Yesus mengajarkan kita untuk berdoa: “Dimuliakanlah namaMu, datanglah kerajaanMu seperti di bumi maupun di surga” (Matius 6: 9-10), Ia mengacu kepada perluasan kerajaan surga, dari surga sampai ke bumi, sampai dimana-mana, dimanapun nama Tuhan dimuliakan entah itu di surga atau di bumi.

Itu semua hanya boleh terjadi kalau Roh kudus bekerja di dalam hidup kita, Rohkudus yang memerintah dan mengendalikan kebanggaan dan ego kita. Roh kudus menggantikan kelemahan kita dengan kebenaran dan kasih Kristus. Melalui Rohkudus yang ada dan bekerja dalam diri kita, maka kita mampu melakukan hal-hal yang benar, mampu mengucap syukur dan merasakan damai dan sukacita.

Dalam ayat 18, Paulus menekankan bahwa hanya kalau kehidupan kita selalu memuliakan Tuhan, nama Tuhan diagungkan, maka kita telah melayani Kristus dengan cara yang benar, cara-cara yang berkenan kepada Allah dan dihormati oleh manusia.

Hidup yang memuliakan Tuhan adalah hidup yang dipimpin oleh Tuhan, yang selalu bersandar kepada Tuhan dan bukan pada kemampuan kita, kekuatan kita, pengertian diri kita sendiri, atau kebebasan kita. Hidup yang memuliakan Tuhan adalah hidup yang selalu bertanya kepada kehendak Tuhan. Hidup seperti itu tidak akan menimbulkan batu sandungan bagi orang lain dan sangat menyenangkan hati Tuhan. Karena dalam segala hal Tuhan yang dimuliakan, Tuhan yang memerintah dalam hidup kita. Itulah kerajaan syurga, kerajaan Allah yang digenapi dalam hidup kita.

Kita perlu merenungkan maksud mendalam penebusan Kristus bagi diri kita. Kristus telah mati bagi kita, bagi anda dan saya, karena Dia menganggap diri kita berharga untuk ditebus, berharga untuk diampuni.

Kebesaran dari seorang kristian tidak ditentukan oleh ukuran rumahnya, oleh keberhasilan kariernya, jabatannya, atau kedudukannya. Tetapi oleh apakah dia memiliki damai, dan sukacita dalam Tuhan! Kebesaran sebuah gereja tidak ditentukan oleh kebesaran bangunannya. Tetapi apakah jemaatnya memiliki damai dan sukacita dari Tuhan?

Damai dan sukacita ini datang melalui pengorbanan dari Kristus dan melalui pengorbanan dari jemaatnya. Damai dan sukacita datang melalui kasih. Hal itu terjadi bila seluruh anggota tubuh Kristus memiliki kasih, saling mengasihi satu terhadap yang lain dan tidak menonjolkan kepentinganya sendiri.

Kasih menolak untuk menghakimi orang lain. Karena kasih itu menutupi kelemahan orang lain. Kasih memberi pengampunan. Kasih itu murah hati. Dalam kasih tidak ada ketakutan. Karena kasih yang sempurna menutupi segala sesuatu.

www.sarawakdoaku.com
19 Aug 2015

0 comments:

Post a Comment

:) :)) ;(( :-) =)) ;( ;-( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.

Popular Posts