Apa yang yang dimaksud
oleh Paulus dengan mengatakan bahwa kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan
minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus?
Kerajaan Allah
berarti kerajaan dimana Tuhan yang memerintah, hukum-hukum Tuhan yang berlaku.
Kita ini adalah warga kerajaan Allah kalau hidup kita diatur oleh hukum-hukum
Allah dan dimana Rohkudus membawa kebenaran, kedamaian dan sukacita.
Ketika Yesus
mengajarkan kita untuk berdoa: “Dimuliakanlah namaMu, datanglah kerajaanMu
seperti di bumi maupun di surga” (Matius 6: 9-10), Ia mengacu kepada perluasan
kerajaan surga, dari surga sampai ke bumi, sampai dimana-mana, dimanapun nama
Tuhan dimuliakan entah itu di surga atau di bumi.
Itu semua hanya
boleh terjadi kalau Roh kudus bekerja di dalam hidup kita, Rohkudus yang
memerintah dan mengendalikan kebanggaan dan ego kita. Roh kudus menggantikan
kelemahan kita dengan kebenaran dan kasih Kristus. Melalui Rohkudus yang ada
dan bekerja dalam diri kita, maka kita mampu melakukan hal-hal yang benar,
mampu mengucap syukur dan merasakan damai dan sukacita.
Dalam ayat 18,
Paulus menekankan bahwa hanya kalau kehidupan kita selalu memuliakan Tuhan,
nama Tuhan diagungkan, maka kita telah melayani Kristus dengan cara yang benar,
cara-cara yang berkenan kepada Allah dan dihormati oleh manusia.
Hidup yang
memuliakan Tuhan adalah hidup yang dipimpin oleh Tuhan, yang selalu bersandar
kepada Tuhan dan bukan pada kemampuan kita, kekuatan kita, pengertian diri kita
sendiri, atau kebebasan kita. Hidup yang memuliakan Tuhan adalah hidup yang
selalu bertanya kepada kehendak Tuhan. Hidup seperti itu tidak akan menimbulkan
batu sandungan bagi orang lain dan sangat menyenangkan hati Tuhan. Karena dalam
segala hal Tuhan yang dimuliakan, Tuhan yang memerintah dalam hidup kita.
Itulah kerajaan syurga, kerajaan Allah yang digenapi dalam hidup kita.
Kita perlu
merenungkan maksud mendalam penebusan Kristus bagi diri kita. Kristus telah
mati bagi kita, bagi anda dan saya, karena Dia menganggap diri kita berharga
untuk ditebus, berharga untuk diampuni.
Kebesaran dari
seorang kristian tidak ditentukan oleh ukuran rumahnya, oleh keberhasilan
kariernya, jabatannya, atau kedudukannya. Tetapi oleh apakah dia memiliki
damai, dan sukacita dalam Tuhan! Kebesaran sebuah gereja tidak ditentukan oleh
kebesaran bangunannya. Tetapi apakah jemaatnya memiliki damai dan sukacita dari
Tuhan?
Damai dan sukacita
ini datang melalui pengorbanan dari Kristus dan melalui pengorbanan dari
jemaatnya. Damai dan sukacita datang melalui kasih. Hal itu terjadi bila
seluruh anggota tubuh Kristus memiliki kasih, saling mengasihi satu terhadap
yang lain dan tidak menonjolkan kepentinganya sendiri.
Kasih menolak
untuk menghakimi orang lain. Karena kasih itu menutupi kelemahan orang lain.
Kasih memberi pengampunan. Kasih itu murah hati. Dalam kasih tidak ada
ketakutan. Karena kasih yang sempurna menutupi segala sesuatu.
www.sarawakdoaku.com
0 comments:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.