Monday, 4 May 2015

Shalom semua. Pada ruangan kali ini saya ingin berkongsi pada bahagian Kitab Daniel 3:16-18. Melalui renungan ini saya berdoa agar kita semua di karuniakan Roh Keberanian daripada Tuhan supaya kita cekal, kental dan terus bersemangat disaat kita menghadapi kesulitan dalam hidup, rumahtangga, keluarga, pekerjaan, isu-isu negeri dan negera kita.

Bila kita mampu menunjukkan iman kita? Soal rata-rata daripada kita hanya percaya ketika segala sesuatu berjalan baik, ketika setiap orang mengatakan hal-hal baik tentang kita.

Ketika kita takut, maka Tuhan yang kita percayai dan sembah menjadi Tuhan yang penakut. Ketika kita ragu-ragu tentang kekuasaan tuhan, terutama selama menghadapi kirisis, maka Tuhan kita itu menjadi tuhan yang diragukan kemampuannya.

Tetapi ketika kita percaya kepada Tuhan dalam krisis kehidupan kita, maka Tuhan kita menjadi Tuhan yang menolong kita. Itulah yang terjadi dengan Daniel saat mengetahui bahwa orang-orang di sekeliling raja Darius telah merancangkan kematiannya bila ia terus menyembah Tuhannya. Daniel bukannya menjadi takut, tetapi malah membuka jendelanya dan berdoa dengan suara keras agar didengar oleh musuh-musuhnya (Daniel 6:11-12). 

 Hal yang sama terjadi dengan ketiga temannya, Zadrach, Mesakh dan Abednego. Mereka dipaksa harus menyembah patung raja Nebukadneser saat terompet dibunyikan, jika tidak mereka akan dilemparkan ke dalam api yang sudah dipanaskan tujuh kali. Mereka menjawab yang tercatat dalam kitab Daniel 3:16-18 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." 

Daripada teladan Sadrakh, Mesakh dan Abednego mereka yang tetap memuliakan Tuhan dalam keadaan genting dan sangat sulit. Kesulitan boleh menjadi kesempatan kita untuk memuliakan Tuhan yang kita sembah. Ketika Tuhan melepaskan dari semua kesulitan kita, terutama di hadapan musuh-musuh kita yang membenci kita karena Tuhan kita, maka nama Tuhan akan sangat dimuliakan. Ketika Daniel dan ketiga temannya berani mempercayai Tuhan di hadapan musuh-musuh mereka, Tuhan yang mereka sembah, Allah Isreal, dikenal, ditakuti dan disembah di seluruh kerajaan Babel, atau Media dan Persia. Seluruh orang dalam kerajaan Media dan Persia, atau Babel menjadi gemetar terhadap Tuhannya Daniel, Zadrach, Mesakh dan Abednego. Tuhan yang mereka sembah menjadi Tuhan yang menolong dan membebaskan.

04 May 2015

0 comments:

Post a Comment

:) :)) ;(( :-) =)) ;( ;-( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.

Popular Posts