Sewajarnya,
bukan setakat bulan ini sahaja kita mengenang jasa ibu. Kita harus senantiasa
dalam setiap masa menyenangkan hati mereka oleh kerana jasa mereka sangat besar
dalam hidup setiap kita.
Saya mulakan dengan sedikit bicara
sebagai pembuka renungan;
Harga mengandungmu
selama 9 bulan – TIADA TERNILAI
Harga berjaga malam
karena menjagamu pada waktu sakit – TIADA TERNILAI
Harga air mata yang
menitis karenamu – TIADA TERNILAI
Harga khuatir kerana
selalu memikirkan keadaanmu – TIADA TERNILAI
Harga menyediakan makan
minum, pakaian dan keperluanmu – TIADA TERNILAI
Harga mencuci pakaian,
gelas, piring dan keperluanmu – TIADA TERNILAI
JUMLAH KESELURUHAN
NILAI KASIH IBU - TIADA TERNILAI
Titus 2:4-5 menyatakan, “Dan dengan demikian mendidik
perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup bijaksana dan
suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar
Firman Tuhan jangan dihujat orang.” Para ibu diminta untuk mencintai anak-anak
mereka.
Dalam Yesaya 49:15a Alkitab mengatakan, “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya?”
Anak merupakan hadiah/anugerah dari Tuhan (Mazmur 127:3-5). Dalam Titus 2:4 muncul kata Bahasa Yunani “phileoteknos.” Kata ini secara khusus menyatakan “kasih-ibu.” Maksud yang terkandung dalam kata ini antara lain “lebih menyukai” anak-anak kita, “memperhatikan” mereka, “membesarkan” mereka, “memeluk mereka dengan kasih sayang,” “mencukupi keperluan mereka,” dan “berteman dengan lemah lembut.”
Setiap anak merupakan pribadi unik yang berasal dari tangan Tuhan. Kita diperintahkan Alkitab untuk melihat “kasih-ibu” sebagai tanggung jawab. Baik para ibu maupun para ayah diperintahkan Firman Tuhan untuk melakukan beberapa hal:
Tersedia bagi anak-anaknya – pagi, siang dan malam (Ulangan 6:6-7)
Terlibat dalam hidup anak-anaknya – berinteraksi,
berdiskusi, memikirkan dan memproses kehidupan bersama-sama (Efesus 6:4)
Mengajar – kebenaran Alkitab, pandangan dunia yang
Alkitabiah (Mazmur 78:5-6, Ulangan 4:10, Efesus 6:4)
Mendidik – menolong anak mengembangkan keterampilan
dan menemukan kekuatannya (Amsal 22:6).
Mendisiplinkan – mengajarinya takut akan Tuhan,
menentukan batas secara konsisten, penuh kasih dan ketegasan (Efesus 6:4;
Ibrani 12:5-11, Amsal 13:24, 19:18, 22:15, 23:13-14, 29:15-17).
Membesarkan – menyediakan lingkungan di mana anak
boleh merasakan adanya dukungan secara lisan yang konsisten, ruang untuk
diperbolehkan gagal, adanya penerimaan, kemesraan, kasih yang tanpa syarat
(Titus 2:4, 2 Timotius 1:7, Efesus 4:29-32, 5:1-2, Galatia 5:22, 1 Petrus
3:8-9).
Memberi teladan dengan lemah lembut – hidup sesuai
dengan apa yang diajarkan, menjadi teladan yang dapat dijadikan contoh oleh
anak (Ulangan 4:9, 15, 23; Amsal 10:9, 11:3, Mazmur 37:18, 37).
Alkitab tidak pernah memerintahkan setiap perempuan untuk menjadi seorang ibu. Namun demikian, Alkitab mengatakan bahwa mereka yang diberkati Tuhan untuk menjadi seorang ibu harus menerima tanggung jawab itu dengan serius.
Para ibu memiliki peranan yang kritikal dalam hidup anak-anak mereka. Menjadi ibu bukanlah tugas atau pekerjaan yang mudah. Sebagaimana ibu mengandung, memberi makan, serta mengasuh anak pada masa bayinya – para ibu memiliki peranan yang berkelanjutan dalam hidup anak-anak mereka, ketika remaja, dewasa muda dan bahkan anak yang sudah dewasa.
Sekalipun peranan seorang ibu harus berubah dan berkembang seiring zaman; kasih, perhatian, perawatan, dan dorongan yang diberikan seorang ibu tidak pernah boleh berakhir.
Selamat meraikan insan bergelar ibu.
0 comments:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.