Saat berada di awal tahun baru sudah pasti
ada persiapan tertentu dilakukan. Sebelum kita melangkah lebih dalam, mari kita
melakukan penyegaran iman sebagai salah satu persiapan penting menghadapi
cabaran di tahun baru ini.
Kalau kita renung sejarah orang Israel
mencatatkan ada banyak orang yang tidak berjaya masuk ke Tanah Perjanjian.
Mereka gagal karena tidak percaya kepada Allah yang telah terbukti mencurahkan
kasih karunia-Nya. Kekerasan hati mereka yang terus-menerus menolak Tuhan
menyebabkan mereka binasa di padang gurun.
Penulis Ibrani 4:1-13 mengingatkan para
pembacanya yang sedang di cubai imannya untuk meninggalkan Tuhan, agar mereka
tetap bertahan supaya jangan akhirnya ditolak oleh Tuhan. Tanah Perjanjian
bukanlah perhentian terakhir bagi umat Tuhan (ayat 8). Penulis Ibrani memakainya
sebagai lambang (tersirat) bagi perhentian/kediaman kekal bagi semua umat
manusia. Menurut penulis Ibrani, yang paling penting adalah berhasil masuk
dalam perhentian kekal yang disediakan Allah bagi umat-Nya setelah menjalani
hidup dalam dunia ini (ayat 9-11). Menurutnya, hari ketujuh sesudah rangkaian
hari Allah menciptakan dunia menekankan hal tersebut (ayat 4).
Dunia yang diciptakan selama enam hari
melambangkan kehidupan di dalam dunia yang sementara ini. Oleh karenanya, hidup
di dunia milik Allah ini harus dilakukan dengan iman dan ketaatan kepada-Nya.
Ketidaktaatan akan rencana Tuhan akan membawa umat-Nya kepada kebinasaan yang
lebih mengerikan dibandingkan kegagalan masuk Tanah Perjanjian.
Firman Tuhan tidak hanya berisi undangan yang
lembut, tetapi juga boleh menjadi senjata yang mematikan (ayat 12-13). Karena
itu, penulis Ibrani mendesak pembacanya untuk bertindak dan meresponi dengan benar
terhadap undangan Injil dari Roh Allah (ayat 7). Ini bererti setiap orang yang
mengaku diri percaya kepada Kristus perlu memeriksa diri sendiri tentang
kesetiaan kepada Tuhan. Kita perlu menyedari bahawa menunda-nunda keputusan
untuk mengikut Yesus, atau mengurangi ketaatan kepada Yesus boleh mengakibatkan
menutup kesempatan untuk beroleh hidup dari Dia.
Saudara dan saudari terkasih dalam Tuhan
Yesus Kristus, sebagai orang percaya kita harus senantiasa siapsiaga menghadapi
serangan-serangan iblis yang ingin melumpuhkan kesetiaan dan iman kita kepada
Kristus. Berdoalah selalu.
0 comments:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.