Saturday, 1 October 2016

Pada awalnya, di dalam Alkitab manusia di ciptakan menurut gambaran Tuhan. Walaupun diciptakan menurut gambaran Tuhan, manusia juga kadangkala aneh dan sering melawan Tuhan. Manusia ingin mencari kebenaran (Tuhan) tetapi pada waktu yang sama takut dengan kebenaran (Tuhan) itu sendiri. Dalam hal-hal berkaitan kesihatan, kita melakukan pemeriksaan kesihatan supaya mengetahui status sebenar kesihatan. Namun, pada saat kita akan berasa sangat dukacita sekiranya hasilnya tidak seperti yang kita inginkan.

Jika kita membaca dalam Injil Matius 19:20-22 kita akan belajar sesuatu tentang seorang anak muda yang kaya harta bertanya kepada Tuhan Yesus Kristus tentang kebenaran.

Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?" Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya. (Matius 19:20-22)

Orang muda yang kaya ini datang kepada Kristus supaya di tunjukkan kebenaran. Namun ketika Kristus menyatakan kebenaran kepadanya, bahawa dia harus menjual segala milikinya dan membahagi-bahagikan kepada orang miskin, maka orang muda ini menyangkal kebenaran tersebut. Dia tidak dapat menerima ketetapan apa yang Tuhan katakan. Dia berundur dan meninggalkan Kristus. Sebenarnya, apa yang di cari orang muda itu? Kebenaran yang sesuai dengan seleranya.

Pada hari ini, kita mungkin kerap menemukan orang Kristian seperti itu. Mencari kebenaran, tetapi mahukan kebenaran yang mengikut seleranya. Pesan moden untuk kita hari ini jangan sampai hal ini terjadi kepada kita, sebab kehidupan rohani kita tidak akan pernah sihat jika kita tidak hidup dalam kebenaran yang seutuhnya.

Carilah kebenaran sejati bukan menurut selera peribadi. Siaplah untuk menerima berkat, tetapi siap juga untuk melalui jalan salib. Siap untuk hidup berkelimpahan, tetapi siap juga menghadapi penderitaan. Siap untuk dipakai Tuhan maka siap juga untuk ditegur dan diproses Tuhan. Siap untuk mendengar firman Tuhan tetapi siap juga untuk melakukannya.

Siap untuk mencari kebenaran, tetapi kebenaran yang seteguhnya menurut firman Tuhan.

Apa gunanya mencari kebenaran, jika akhirnya kita melawan kebenaran itu sendiri?

sarawakdoaku.blogspot.com

01 Oct 2016

0 comments:

Post a Comment

:) :)) ;(( :-) =)) ;( ;-( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.

Popular Posts