Wednesday, 28 September 2016

Siapakah Bartimeus di dalam Injil? Dia merupakan seorang pengemis yang buta penglihatan pada zaman Tuhan Yesus Kristus. Dia sudah tentu bukanlah orang yang berpendidikan. Pengetahuan rohaninya mungkin cetek dan menginggatkan dirinya cacat amat sukar baginya ke Bait Allah. Pekerjaannya adalah hanya sebagai pengemis memohon simpati untuk orang sekeliling untuk mendapatkan makanan. Meskipun Bartimeus cuma seorang pengemis buta tetapi Tuhan Yesus Kristus memuji iman Bartimeus, iman yang mendatangkan mujizat dan menyelamatkannya (Markus 10:52).

Iman Bartimeus sungguh besar walaupun dia buta. Pertama, kita baca rangkap ketika dia berseru ‘Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku’. Sebutan Anak Daud menunjukkan pengakuan Bartimeus bahawa Yesus adalah Mesias. Padahal pada masa itu, para cendiakiawan, ahli taurat atau farisi tidak memiliki pemahaman bahawa Yesus adalah Mesias.

Kedua, kepercayaan Bartimeus tersebut membuat dia terus berteriak keras ketika disuruh diam. Imannya tidak dapat di mati, pengakuannya tidak dapat dihalangi lagi dengan cara apapun walaupun disedari seorang yang buta tidak melihat.

Ketiga, Bartimeus menanggalkan jubah pengemisnya (Markus 10:50) dan ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus. Dia mempunyai kepastian walaupun buta bahawa dia pasti sembuh dan hidupnya akan berubah oleh kerana imannya kepada Yesus pada ketika itu.

Keempat, Bartimeus bersuara, bertindak dan menyatakan keperluannya dengan jelas. Markus 10:51  Tanya Yesus kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!"

Saya sendiri secara peribadinya sebagai penulis renungan ini belajar sesuatu yang sangat besar nilainya iman Bartimeus ini. Bartimeus seorang yang buta penglihatan namun memiliki iman sangat besar kepada Tuhan Yesus Kristus. Bandingkan dengan segelintir kita pada hari ini yang keluar masuk Gereja untuk beribadah, mendengarkan khotbah, sudah melayani malah berulang kali berkongsi tentang iman, alangkah memalukan seandainya kita tidak memiliki iman seperti yang dimiliki oleh seorang pengemis buta iaitu Bartimeus.

Lalu pertanyaannya, bagaimana kita memiliki iman seperti Bartimeus? Milikilah penyarahan hidup secara penuh kepada Kritus. Terlihat daripada Injil ini jelas Bartimeus mengandalkan Tuhan dan menjadikan Yesus sebagai satu-satunya penolong hidupnya.

Kesimpulannya, mujizat tidak pernah ditentukan apakah kita mempunyai pengetahuan rohani yang tinggi, tapi apakah kita punya iman yang besar!

28 Sep 2016

1 comments:

:) :)) ;(( :-) =)) ;( ;-( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.

Popular Posts