Iman Bartimeus
sungguh besar walaupun dia buta. Pertama,
kita baca rangkap ketika dia berseru ‘Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku’.
Sebutan Anak Daud menunjukkan pengakuan Bartimeus bahawa Yesus adalah Mesias.
Padahal pada masa itu, para cendiakiawan, ahli taurat atau farisi tidak
memiliki pemahaman bahawa Yesus adalah Mesias.
Kedua, kepercayaan
Bartimeus tersebut membuat dia terus berteriak keras ketika disuruh diam.
Imannya tidak dapat di mati, pengakuannya tidak dapat dihalangi lagi dengan cara
apapun walaupun disedari seorang yang buta tidak melihat.
Ketiga, Bartimeus
menanggalkan jubah pengemisnya (Markus 10:50) dan ia segera berdiri dan pergi
mendapatkan Yesus. Dia mempunyai kepastian walaupun buta bahawa dia pasti
sembuh dan hidupnya akan berubah oleh kerana imannya kepada Yesus pada ketika
itu.
Keempat, Bartimeus
bersuara, bertindak dan menyatakan keperluannya dengan jelas. Markus 10:51 Tanya Yesus kepadanya: "Apa yang
kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu:
"Rabuni, supaya aku dapat melihat!"
Saya sendiri
secara peribadinya sebagai penulis renungan ini belajar sesuatu yang sangat
besar nilainya iman Bartimeus ini. Bartimeus seorang yang buta penglihatan
namun memiliki iman sangat besar kepada Tuhan Yesus Kristus. Bandingkan dengan
segelintir kita pada hari ini yang keluar masuk Gereja untuk beribadah,
mendengarkan khotbah, sudah melayani malah berulang kali berkongsi tentang
iman, alangkah memalukan seandainya kita tidak memiliki iman seperti yang
dimiliki oleh seorang pengemis buta iaitu Bartimeus.
Lalu
pertanyaannya, bagaimana kita memiliki iman seperti Bartimeus? Milikilah
penyarahan hidup secara penuh kepada Kritus. Terlihat daripada Injil ini jelas
Bartimeus mengandalkan Tuhan dan menjadikan Yesus sebagai satu-satunya penolong
hidupnya.
Kesimpulannya,
mujizat tidak pernah ditentukan apakah kita mempunyai pengetahuan rohani yang
tinggi, tapi apakah kita punya iman yang besar!
Wanderers vs Manchester
ReplyDelete