Sambutan Krismas sedang rancak
di persiapkan seluruh dunia. Aktiviti seperti nyanyian lagu-lagu Krismas atau
disebut ‘Carolling’ berkumandang dari rumah ke rumah dan juga di pusat
jualan-jualan membeli belah.
Renungan kali saya membawa
saudara-saudari melihat kembali 2 fakta menarik mengenai sambutan hari Krismas.
Fakta 1: Peringatan atau perayaan hari
kelahiran Yesus Kristus tidak pernah diperintahkan secara rasmi oleh Yesus
sendiri.
Tuhan Yesus tidak pernah memerintahkan pengikut-Nya untuk merayakan hari kelahiran-Nya.
Tuhan Yesus secara rasmi memerintahkan untuk memperingati hari kematian-Nya dengan melakukan perjamuan kudus (1 Korintus 11). Hal ini kerana hari kematian-Nya adalah hari yang benar-benar menentukan jalan keselamatan bagi seluruh umat manusia.
Tanpa kematian-Nya dan kebangkitan-Nya, semua manusia akan binasa. Tanpa kebangkitaNya dari alam maut, maka sia-sialah iman kita (1 Korintus 15:13-14). Melalui kebangkitanNya merupakan bukti kemenangan dari maut dan dosa. Oleh karena itu, ada sesetengah orang-orang percaya lebih bersemarak atau bersemangat dalam memperingati hari Jumat Agung dan Paskah dibandingkan memperingati hari Krismas.
Fakta 2: Yesus Kristus tidak pernah lahir pada
tanggal 25 Disember.
Hari kelahiran Yesus Kristus diawali oleh penampakan malaikat Tuhan kepada para gembala yang sedang menggembalakan domba-domba mereka di padang rumput (Lukas 2:8-10).
Jika Yesus Kristus lahir pada
bulan Disember, tentu hal tersebut mustahil terjadi karena para gembala tidak
mungkin menggembalakan domba-dombanya pada musim dingin/sejuk. Dengan demikian,
sudah sangat jelas Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Disember.
Kalau kita lihat kepada sejarah lampau, perayaan Natal dipilih pada tanggal 25 Disember dimulai pada tahun 221 oleh Sextus Julius Africanus, dan baru diterima secara luas pada abad ke-5. Ada yang berpendapat hal ini diadaptasikan dari tradisi perayaan orang-orang Yunani terhadap dewa matahari. Ada pula yang berpendapat hal ini bersumber dari tradisi perayaan orang-orang Romawi terhadap dewi pertanian.
Kesimpulannya,
Saya berpendapat tidak salah
untuk kita meraikan Hari Krismas atau Hari Natal sebagai memperingati kelahiran
Tuhan Juruselamat kita. Kita boleh memberikan kesaksian kepada dunia tentang
kelahiran dan pengharapan yang ada pada Yesus Kristus.
Dengan merayakan Hari Krismas,
kita sedang mendeklarasikan ke seluruh dunia tentang Tuhan yang rela turun ke
bumi dan menjadi manusia untuk semua manusia (Filipi 2: 6-11). Kristus rela
menanggalkan ketuhanan-Nya dan menjadi manusia kerana tiada pilihan lain untuk
menyelamatkan kita dari hukuman yang seharusnya kita terima.
Salam Krismas dari kami di;
sarawakdoaku.blogspot.com
FB: Sarawak doaku.
0 comments:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.