Thursday, 5 February 2015

Sebagai orang kristian teladan sempurna kita adalah Yesus Kristus yang walaupun memiliki kesetaraan dengan Allah, sebagai Anak Allah, tetapi Ia tidak mengganggap itu sebagai suatu hal yang perlu Ia pertahankan, tetapi Ia mau mengosongkan diriNya, turun sebagai manusia sederhana, menderita dan mati agar kita yang berdosa ini boleh memperoleh keselamatan kekal.

Yesus yang adalah Tuhan, dan Guru bagi para muridNya, Ia mau merendahkan diri dan mencuci kaki mereka, melayani mereka sebagai pelayan mereka. Yesus memberi contoh akan akan kerendahan hati, kasih yang paling dalam kepada mereka, para murid, agar mereka berubah dari murid-murid yang ingin berebut posisi paling tinggi menjadi murid-murid yang rendah hati dan saling mengasihi satu sama lain, bahkan orang lain juga. Tidak ada kasih yang lebih besar dari kasih seorang yang bersedia menyerahkan nyawanya bagi orang lain.

Dalam bacaan ini Paulus menasihatkan Titus sebagai hamba Tuhan untuk memberitakan ajaran yang sihat bagi jemaat, ajaran yang berani menentang ajaran yang salah dalam masyarakat. Bagi Titus, Paulus menasihatkan agar menjadikan dirinya suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah ia jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajarannya, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan.

Pesan Paulus kepada Titus juga ditujukan untuk berbagai kelompok dalam jemaat: Para Tua-Tua Laki-Laki, Para Tua-Tua Wanita, Perempuan Muda, Orang Muda dan para pegawai (hamba). Kepada para tua-tua kaum bapak, Paulus memberikan 6 kualitas yang harus diikuti sebagai teladan, yaitu hidup secara sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan. Keenam hal ini adalah kualitas yang bisa menjadi teladan bagi orang-orang muda agar mereka dapat melihat contoh dan sekaligus menghormati Tuhan melalui cara hidup para tua-tua mereka.

Saat ini tidak banyak orang tua yang diterima baik oleh kaum muda. Sebagian karena perilaku orangtua yang tidak boleh dijadikan teladan oleh kaum muda. Akibatnya banyak kaum muda terjebak mencari teladan lain yang diluar alkitab, mereka mengidolakan berbagai hal seperti para seleberiti, yang kadang-kadang sikap dan perilaku maupun moral justru tidak dapat dijadikan contoh yang baik. Pada kaum muda kita sering terdorong untuk melakukan hal-hal yang buruk hanya untu mendapatkan perhatian, atau melarikan diri kepada minuman keras, merokok, dan ubat-ubatan sekedar untuk menemukan kepuasan mereka yang sementara.

Keteladan yang diberikan oleh Paulus bagi para orangtua adalah hidup sederhana, hidup terhormat dengan menjaga integritas dan kehormatan mereka, bijaksana dalam setiap tindakan, penuh iman kepada Tuhan, dan penuh kasih dan ketekunan. Dengan berbuat demikian kehadiran mereka dapat diterima terutama oleh kaum muda, dan mereka menjadi teladan yang sangat diperlukan oleh anak-anaknya atau kaum muda yang lain.

Kepada tua-tua kaum ibu, Paulus memberikan nasehat untuk hidup beribadah, jangan memfitnah, jangan suka mabuk, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik kepada ibu-ibu muda.
Ajaran kepada para tua-tua kaum ibu menjadi sangat penting karena mereka harus menjadi contoh bagi ibu-ibu muda agar mereka mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang.

Sedangkan kepada para kaum muda Paulus hanya memberikan satu nasihat penting yaitu agar mereka menguasai diri dalam segala hal. Penguasaan diri sangat penting bagi orang muda yang sedang mencari-cari jati diri mereka dan mudah terperosok kepada berbagai godaan dunia. Penguasaan diri artinya memiliki kawala atas diri mereka dalam membedakan mana yang baik dan mana yang jahat dan lebih memilih yang baik. Penguasaan diri juga berarti memiliki dasar iman yang membuat mereka tidak mudah terombang-ambingkan oleh berbagai pengajaran sesat. Firman Tuhan adalah dasar iman bagi setiap orang terutama bagi orang muda, karena FirmanTuhan itu adalah pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita.

Apa yang anda tinggalkan sebagai teladan bagi orang lain dan bagi keluarga anda? Gajah meninggalkan gading, harimau meninggalkan belangnya, apa yang anda tinggalkan kepada keluarga dan masyarakat dimana anda berada dan terutama sebagai wujud ucapan terima kasih anda kepada Tuhan yang telah memberikan anda kehidupan? Hidup anda mungkin penuh kesulitan dan kepedihan. Namun itu tidak menjadi rintangan untuk anda memuliakan Tuhan. Tuhan memberkati anda.

Bacaan: Titus 2:1-6:

‘Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sihat: Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan. Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik  dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang. Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal


05 Feb 2015

0 comments:

Post a Comment

:) :)) ;(( :-) =)) ;( ;-( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.

Popular Posts