Yesus
yang adalah Tuhan, dan Guru bagi para muridNya, Ia mau merendahkan diri dan
mencuci kaki mereka, melayani mereka sebagai pelayan mereka. Yesus memberi
contoh akan akan kerendahan hati, kasih yang paling dalam kepada mereka, para
murid, agar mereka berubah dari murid-murid yang ingin berebut posisi paling
tinggi menjadi murid-murid yang rendah hati dan saling mengasihi satu sama
lain, bahkan orang lain juga. Tidak ada kasih yang lebih besar dari kasih
seorang yang bersedia menyerahkan nyawanya bagi orang lain.
Dalam
bacaan ini Paulus menasihatkan Titus sebagai hamba Tuhan untuk memberitakan
ajaran yang sihat bagi jemaat, ajaran yang berani menentang ajaran yang salah
dalam masyarakat. Bagi Titus, Paulus menasihatkan agar menjadikan dirinya suatu
teladan dalam berbuat baik. Hendaklah ia jujur dan bersungguh-sungguh dalam
pengajarannya, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan
menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan.
Pesan
Paulus kepada Titus juga ditujukan untuk berbagai kelompok dalam jemaat: Para
Tua-Tua Laki-Laki, Para Tua-Tua Wanita, Perempuan Muda, Orang Muda dan para
pegawai (hamba). Kepada para tua-tua kaum bapak, Paulus memberikan 6 kualitas
yang harus diikuti sebagai teladan, yaitu hidup secara sederhana, terhormat,
bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan. Keenam hal ini
adalah kualitas yang bisa menjadi teladan bagi orang-orang muda agar mereka
dapat melihat contoh dan sekaligus menghormati Tuhan melalui cara hidup para tua-tua
mereka.
Saat
ini tidak banyak orang tua yang diterima baik oleh kaum muda. Sebagian karena
perilaku orangtua yang tidak boleh dijadikan teladan oleh kaum muda. Akibatnya
banyak kaum muda terjebak mencari teladan lain yang diluar alkitab, mereka mengidolakan
berbagai hal seperti para seleberiti, yang kadang-kadang sikap dan perilaku
maupun moral justru tidak dapat dijadikan contoh yang baik. Pada kaum muda kita
sering terdorong untuk melakukan hal-hal yang buruk hanya untu mendapatkan
perhatian, atau melarikan diri kepada minuman keras, merokok, dan ubat-ubatan
sekedar untuk menemukan kepuasan mereka yang sementara.
Keteladan
yang diberikan oleh Paulus bagi para orangtua adalah hidup sederhana, hidup
terhormat dengan menjaga integritas dan kehormatan mereka, bijaksana dalam
setiap tindakan, penuh iman kepada Tuhan, dan penuh kasih dan ketekunan. Dengan
berbuat demikian kehadiran mereka dapat diterima terutama oleh kaum muda, dan
mereka menjadi teladan yang sangat diperlukan oleh anak-anaknya atau kaum muda
yang lain.
Kepada
tua-tua kaum ibu, Paulus memberikan nasehat untuk hidup beribadah, jangan
memfitnah, jangan suka mabuk, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik kepada
ibu-ibu muda.
Ajaran
kepada para tua-tua kaum ibu menjadi sangat penting karena mereka harus menjadi
contoh bagi ibu-ibu muda agar mereka mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup
bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada
suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang.
Sedangkan
kepada para kaum muda Paulus hanya memberikan satu nasihat penting yaitu agar
mereka menguasai diri dalam segala hal. Penguasaan diri sangat penting bagi
orang muda yang sedang mencari-cari jati diri mereka dan mudah terperosok
kepada berbagai godaan dunia. Penguasaan diri artinya memiliki kawala atas diri
mereka dalam membedakan mana yang baik dan mana yang jahat dan lebih memilih
yang baik. Penguasaan diri juga berarti memiliki dasar iman yang membuat mereka
tidak mudah terombang-ambingkan oleh berbagai pengajaran sesat. Firman Tuhan
adalah dasar iman bagi setiap orang terutama bagi orang muda, karena
FirmanTuhan itu adalah pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita.
Apa
yang anda tinggalkan sebagai teladan bagi orang lain dan bagi keluarga anda?
Gajah meninggalkan gading, harimau meninggalkan belangnya, apa yang anda
tinggalkan kepada keluarga dan masyarakat dimana anda berada dan terutama
sebagai wujud ucapan terima kasih anda kepada Tuhan yang telah memberikan anda
kehidupan? Hidup anda mungkin penuh kesulitan dan kepedihan. Namun itu tidak
menjadi rintangan untuk anda memuliakan Tuhan. Tuhan memberkati anda.
Bacaan: Titus
2:1-6:
‘Tetapi engkau,
beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sihat: Laki-laki yang tua
hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih
dan dalam ketekunan. Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah
mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi
hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik dan dengan
demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya,
hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat
kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang. Demikian juga
orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala
hal
0 comments:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.