Terlintas di benak fikiran saya, apakah burung itu tidak menderita? Adakah dia tidak pernah merasa bosan? Adakah dia ingin hidup bebas? Saya gagal menemukan jawapan atas pertanyaan-pertanyaan itu karena saya sendiri tidak mengetahui apa yang sedang difikirkan dan dirasakan oleh burung itu. Lalu, saya bertanya kepada diri saya sendiri. Bagaimana kalau saya hidup di dalam sangkar itu selama puluhan tahun? Bagaimana rasanya? Saya pasti tidak boleh membayangkan betapa menderitanya hal itu.
Menurut pandangan saya sendiri, burung tiong itu sangat malang. Burung itu sama sekali tidak memiliki kemerdekaan dan kebebasan. Dia memiliki sayap yang boleh digunakannya untuk terbang tinggi di angkasa tetapi sangkar itu membelenggunya. Walaupun saya tidak mampu mengetahui isi hatinya, saya yakin burung tiong itu benar-benar melewati hari-hari hidupnya dalam penderitaan. Mungkin juga, burung itu sudah nyaman hidup di dalam sangkar itu sehingga ia tidak terlihat terlalu menderita.
Saudara dan saudari terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, apakah kita tidak sedar bahawa kita pun mungkin sedang terbelenggu? Terdapat dua pilihan sahaja iaitu samada kita di belenggu dosa atau hidup dalam belenggu kasih Allah. Di manakah posisi kita?
Jika kita masih menikmati kehidupan di dalam
dosa, bermakna kita sedang berada di belenggu dosa. Jika kita masih jatuh cinta
kepada dunia yang fana ini, bererti kita pun sedang berada di belenggu dosa.
Lalu, mengapa kita begitu menikmati penjajahan dosa? Mengapa kita merasa sangat
nyaman berada dalam belenggu ini?
Yohanes 8:31-32 "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
Saudara-saudari di dalam kasih Tuhan,
rindukah kita kepada kebebasan dan kemerdekaan? Rindukah kita melepaskan diri
daripada keterikatan dengan dosa? Rindukah kita menjalani hidup dalam kasih
Allah yang sangat menenangkan jiwa?
Mari kita bebaskan diri belenggu dosa dan
berpindah ke dalam dekapan kasih Allah! Tetaplah hidup dalam firman-Nya!
Renungkanlah firman Tuhan sepanjang waktu dan
lakukan di dalam kehidupan kita! Jika firman Tuhan benar-benar sudah membungkus
kehidupan kita, maka kita akan merasakan kemerdekaan yang sejati yang dunia
tidak dapat tawarkan.
www.sarawakdoaku.com
31 Ogos 2017
0 comments:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.