Thursday, 31 August 2017

Pada dua bulan lepas saya berkesempatan berkunjung ke rumah Pakcik saya di Bintulu, Sarawak. Pakcik saya ada memelihara seekor burung tiong berwarna hitam di rumahnya. Burung Tiong adalah sejenis burung yang boleh berkata-kata dengan meniru percakapan kita. Antara kata-kata yang sering pertuturkan ialah ‘selamat pagi’. Dia kelihatan hidup gembira didalam sangkar dan diberikan makanan dua kali sehari.

Terlintas di benak fikiran saya, apakah burung itu tidak menderita? Adakah dia tidak pernah merasa bosan? Adakah dia ingin hidup bebas? Saya gagal menemukan jawapan atas pertanyaan-pertanyaan itu karena saya sendiri tidak mengetahui apa yang sedang difikirkan dan dirasakan oleh burung itu. Lalu, saya bertanya kepada diri saya sendiri. Bagaimana kalau saya hidup di dalam sangkar itu selama puluhan tahun? Bagaimana rasanya? Saya pasti tidak boleh membayangkan betapa menderitanya hal itu.

Menurut pandangan saya sendiri, burung tiong itu sangat malang. Burung itu sama sekali tidak memiliki kemerdekaan dan kebebasan. Dia memiliki sayap yang boleh digunakannya untuk terbang tinggi di angkasa tetapi sangkar itu membelenggunya. Walaupun saya tidak mampu mengetahui isi hatinya, saya yakin burung tiong itu benar-benar melewati hari-hari hidupnya dalam penderitaan. Mungkin juga, burung itu sudah nyaman hidup di dalam sangkar itu sehingga ia tidak terlihat terlalu menderita.

Saudara dan saudari terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, apakah kita tidak sedar bahawa kita pun mungkin sedang terbelenggu? Terdapat dua pilihan sahaja iaitu samada kita di belenggu dosa atau hidup dalam belenggu kasih Allah. Di manakah posisi kita?  

Jika kita masih menikmati kehidupan di dalam dosa, bermakna kita sedang berada di belenggu dosa. Jika kita masih jatuh cinta kepada dunia yang fana ini, bererti kita pun sedang berada di belenggu dosa. Lalu, mengapa kita begitu menikmati penjajahan dosa? Mengapa kita merasa sangat nyaman berada dalam belenggu ini?

Yohanes 8:31-32 "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
Saudara-saudari di dalam kasih Tuhan, rindukah kita kepada kebebasan dan kemerdekaan? Rindukah kita melepaskan diri daripada keterikatan dengan dosa? Rindukah kita menjalani hidup dalam kasih Allah yang sangat menenangkan jiwa?

Mari kita bebaskan diri belenggu dosa dan berpindah ke dalam dekapan kasih Allah! Tetaplah hidup dalam firman-Nya!

Renungkanlah firman Tuhan sepanjang waktu dan lakukan di dalam kehidupan kita! Jika firman Tuhan benar-benar sudah membungkus kehidupan kita, maka kita akan merasakan kemerdekaan yang sejati yang dunia tidak dapat tawarkan.

www.sarawakdoaku.com
31 Ogos 2017
31 Aug 2017

0 comments:

Post a Comment

:) :)) ;(( :-) =)) ;( ;-( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.

Popular Posts