Dalam firman Tuhan,
berbagai kriteria di atas dirangkum di dalam diri seorang pemimpin yang disebut
gembala. Rasul Petrus adalah salah seorang daripada 12 murid Yesus. Dia adalah
satu dari tiga orang yang menyaksikan Kristus dimuliakan (Markus. 9:1-13; 2
Petrus 1:16-18). Dalam kehidupan sehari-hari, Dia sering kali berperanan
sebagai juru bicara para rasul. Petrus juga menyaksikan peristiwa kematian dan
kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Firman Tuhan mencatat pula bahwa Petruslah
yang berkhotbah di hari Pentakosta dan menjadi guru jemaat di Yerusalem.
Namun ketika Dia
menulis surat kepada para pemimpin, dia menyebut dirinya sebagai teman penatua
atau teman sepemimpinan (1 Petrus 5:1). Ini bererti Dia tidak lebih berkuasa
dibandingkan mereka semua. Dia mengingatkan para penatua atau pemimpin agar
menjadi gembala yang baik bagi kawanan domba Allah. Dalam ayat 2-5, Petrus
memaparkan kriteria atau sifat seorang pemimpin/gembala yang baik. Sifat
pemimpin rohani yang baik antara lain: menyedari bahwa mereka sedang
menggembalakan kawanan domba Allah bererti bahawa jemaat yang mereka pimpin
bukan milik mereka tetapi milik Allah. Melayani oleh karena dorongan yang kuat
untuk melayani dan bukan karena upah atau ganjaran. Berfokus kepada apa yang
dapat diberikan dan bukan pada apa yang akan mereka dapatkan, serta memimpin
dengan memberi teladan, bukan memerintah.
Setiap orang
percaya sesungguhnya menjadi seorang pemimpin bagi sesamanya di dalam konteks
yang berbeza. Oleh sebab itu apa pun bentuk peraturan yang kita buat, hendaklah
kepemimpinan kita senantiasa sejalan dengan kriteria di atas. Jangan sampai
model atau gaya kepemimpinan yang kita jalankan tidak menjadi berkat dan tidak
membangun mereka yang kita pimpin.
16 Sept 2017
www.sarawakdoaku.com
0 comments:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.