Sunday, 1 October 2017

Sikap hidup orang percaya dalam bergereja maupun kehidupan sehari-hari begitu penting. Dalam mengakhiri suratnya, Paulus memberikan beberapa nasihat demikian. Pertama, agar memiliki sikap yang benar terhadap pemimpin mereka dengan menghormati, menaati, mengasihi, dan mendoakan mereka (1 Tesalonika 5:12), karena para pemimpin telah bekerja keras dalam memimpin dan melayani mereka. Sikap demikian akan membuat persekutuan mereka hidup dalam damai.

Kedua, dalam hubungan dengan saudara seiman, mereka harus saling peduli dan menguatkan. Mereka harus berani dan penuh cinta kasih menegur mereka yang melakukan kesalahan, memghibur mereka yang sudah bertobat agar tidak tawar hati dan terusan dalam keadaan rasa bersalah mereka; membela dan menguatkan jemaat yang putus asa dan lemah iman (1 Tesalonika 5:13-14). Sabar terhadap semua orang, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi dengan kebaikan (1 Tesalonika 5:15).

Ketiga, dalam hubungan dengan diri sendiri, mereka harus hidup penuh sukacita, tetap berdoa, dan bersyukur apapun masalah dan kesulitan yang mereka alami (1 Tesalonika 5:16-18). Sikap demikian jelas berkenan kepada Tuhan. Dalam kehidupan kerohanian, mereka tidak boleh memadamkan karya Roh Kudus yang bekerja di dalam dan melalui mereka (1 Tesalonika 5:19); tidak menolak firman Tuhan, dan harus menguji segala ajaran yang muncul (1 Tesalonika 5:20); memegang yang benar dan menjauhi segala kejahatan (1 Tesalonika 5:21-22).

Untuk menguatkan dan meneguhkan mereka, Paulus memohon agar Tuhan menguduskan dan memelihara hidup mereka, sehingga sempurna dengan tidak bercacat cela sampai Kristus datang kembali (1 Tesalonika 5:23). Doa Paulus yang terakhir ini bagi jemaat Tesalonika ialah supaya mereka dikuduskan. Untuk pembahasan mengenai apa yang dimaksudkan Alkitab dengan pengudusan

1 Teselonika 5:23  Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.



Dalam dunia yang semakin individualisme, kita sebagai umat pilihan Tuhan tetap belajar menghormati, menaati, mengasihi, dan mendoakan para pemimpin rohani kita. Peduli terhadap saudara seiman agar mereka terus bertumbuh serupa dengan Kristus. Kita secara peribadi senantiasa berdoa, bersyukur, serta belajar firman Tuhan setiap hari.

www.sarawakdoaku.com
01 Oct 2017

0 comments:

Post a Comment

:) :)) ;(( :-) =)) ;( ;-( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.

Popular Posts