Kedua, dalam hubungan dengan saudara seiman, mereka harus
saling peduli dan menguatkan. Mereka harus berani dan penuh cinta kasih menegur
mereka yang melakukan kesalahan, memghibur mereka yang sudah bertobat agar
tidak tawar hati dan terusan dalam keadaan rasa bersalah mereka; membela dan
menguatkan jemaat yang putus asa dan lemah iman (1 Tesalonika 5:13-14). Sabar
terhadap semua orang, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi dengan
kebaikan (1 Tesalonika 5:15).
Ketiga, dalam hubungan dengan diri sendiri, mereka harus
hidup penuh sukacita, tetap berdoa, dan bersyukur apapun masalah dan kesulitan
yang mereka alami (1 Tesalonika 5:16-18). Sikap demikian jelas berkenan kepada
Tuhan. Dalam kehidupan kerohanian, mereka tidak boleh memadamkan karya Roh
Kudus yang bekerja di dalam dan melalui mereka (1 Tesalonika 5:19); tidak
menolak firman Tuhan, dan harus menguji segala ajaran yang muncul (1 Tesalonika
5:20); memegang yang benar dan menjauhi segala kejahatan (1 Tesalonika
5:21-22).
Untuk menguatkan dan meneguhkan mereka, Paulus memohon
agar Tuhan menguduskan dan memelihara hidup mereka, sehingga sempurna dengan
tidak bercacat cela sampai Kristus datang kembali (1 Tesalonika 5:23). Doa
Paulus yang terakhir ini bagi jemaat Tesalonika ialah supaya mereka dikuduskan.
Untuk pembahasan mengenai apa yang dimaksudkan Alkitab dengan pengudusan
1 Teselonika 5:23 Semoga Allah
damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu
terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan
kita.
Dalam dunia yang semakin individualisme, kita sebagai
umat pilihan Tuhan tetap belajar menghormati, menaati, mengasihi, dan mendoakan
para pemimpin rohani kita. Peduli terhadap saudara seiman agar mereka terus
bertumbuh serupa dengan Kristus. Kita secara peribadi senantiasa berdoa,
bersyukur, serta belajar firman Tuhan setiap hari.
www.sarawakdoaku.com
0 comments:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.