Begitu lemah dan
tidak berdayakah orang-orang percaya? Yesus Kristus menggambarkan kita sebagai
domba di tengah-tengah kawanan serigala. ‘Lihat, Aku mengutus kamu seperti
domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular
dan tulus seperti merpati – Matius 10:16’ Demikian pula orang orang percaya dalam dunia ini seolah-olah tidak
dapat berbuat apa-apa. Apakah ini juga bererti bahawa orang-orang percaya hanya
pasrah ketika harus menerima keputusan tanpa pembelaan secukupnya? Apakah tidak
ada seorang pun yang membelanya?
Sementara itu,
burung merpati adalah binatang yang mudah ditipu dan tidak peka (Hosea 7:11) Di
daerah Timur Tengah ular dipandang sebagai binatang buas yang pandai menghindari
bahaya. Jika orang-orang percaya harus cerdik seperti ular dan tulus seperti
merpati, ini bererti semua kita dalam menjalani kehidupan di dunia yang jahat
ini harus pandai menghindari bahaya tanpa menjadi berbahaya kepada orang lain,
dan tulus tanpa menjadi bodoh. Bagaimana orang orang percaya mengatasi
situasi-situasi getir seperti itu?
Pertama, kita harus
selalu ingat bahwa orang-orang di zaman Yesus juga menganiaya diri-Nya. Mengapa
kita sebagai pengikut-Nya berharap untuk mendapatkan layanan yang lebih baik
(Matius 10: 24-25)?
Kedua, kita juga
harus ingat bahawa suatu saat apa yang dilakukan mereka kepada kita akan dinyatakan
dalam terang dan segalanya akan menghadapi penghakiman.
Ketiga, seandainya tubuh
kita binasa, harus diingat bahawa roh kita tidak ikut binasa (Matius 10:28),
namun masuk ke dalam kehidupan kekal yang Tuhan sediakan (Yohanes 3:16).
Akhirnya, kita
harus tetap yakin bahwa tidak ada satu pun yang terjadi atas diri kita di luar
kehendak Tuhan. Berdoalah dan terus bersandar kepada kekuatan Tuhan yang ada
dalam diri setiap kita orang percaya.
Dari renungan
sesingkat ini, orang orang percaya tidaklah lemah atau tidak berdaya. Oleh
kerana di dalam kita tersembunyi kekuatan yang sangat luar biasa, yang bersumber
dari Tuhan dan yang memampukan kita untuk tetap bertahan dalam perjuangan
meniti garis akhir supaya berakhir dengan baik.
‘Tetapi orang yang
bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat, Matius 10:22)
0 comments:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.