Segala Puji Syukur bagi Tuhan. Pada
kesempatan hujung minggu yang lalu, saya mengajar di Kem Pembangunan Rohani
bagi muda-mudi di salah sebuah Gereja di Kota Samarahan.
Pada renungan kali ini, saya ingin berkongsi
tentang misi Tuhan melalui InjilNya yang menyelamatkan semua manusia.
Apakah saudara dan saudari tahu bahwa hal
paling penting dalam hidup seseorang bukan tentang hidup itu sendiri? Hal yang
terpenting dalam hidup seseorang adalah apa yang terjadi setelah seseorang yang
mati. Mengapa itu yang paling penting? Misi Tuhan Yesus Kristus datang ke bumi
juga bagi memberitakan keselamatan yang Dia tawarkan dan rumah kediaman yang
kekal yang Dia sediakan buat semua manusia yang hidup dalam janjiNya. Rata-rata
seseorang manusia hanya hidup dalam lingkungan 60-80 tahun malah ada yang lebih
singkat lagi, tetapi kita akan menghabiskan waktu kekekalan di suatu tempat
samaada Syurga atau neraka setelah kita mati.
Enam puluh sampai lapan puluh tahun tidak
seberapa dibandingkan dengan keabadian. Itu sebabnya keberadaan kita dalam
kekekalan lebih penting dari kehidupan sekarang ini. Apakah kita tahu di mana
kita akan berada setelah mati? Apakah kita ingin tahu bagaimana untuk sampai ke
Syurga? Firman Tuhan memberitahu kita bagaimana.
(I)
Tuhan menciptakan Manusia, Syurga, dan Neraka
Tuhan menciptakan Manusia, Syurga, dan Neraka
Langkah pertama yang harus di ambil bagi menuju keselamatan adalah keyakinan bahwa Tuhan itu ada dan Dia menyediakan jalan kebenaran dan hidup berkekalan. Penulis kitab Ibrani mengatakan bahwa mereka yang tidak mengakui keberadaan Tuhan, tidak akan mendekat kepada-Nya (Ibr. 11:6). Seandainya, kita melihat pasir di pantai, apa yang akan muncul di benak fikiran kita? Apakah itu terjadi dengan sendirinya? Tentu saja tidak, Kita akan mula berfikir seseorang yang membuatnya. Seluruh dunia, tubuh manusia yang rumit dan banyak lagi keajaibannya semua itu menunjuk seorang pereka dan pencipta yang besar iaitu Tuhan yang maha berkuasa.
Tuhan menciptakan segala sesuatu, termasuk manusia. Ini bermakna, Tuhan memiliki manusia. Manusia harus hidup sesuai dengan pemerintahan Tuhan, bahkan sebenarnya alam semesta pun memiliki prinsip yang sama, karena Tuhan adalah Pencipta berdaulat. Syurga, juga ciptaan Tuhan. Hal ini dideskripsikan sebagai tempat tinggal Tuhan dan untuk sampai ke syurga, oleh karena itu, kita harus mengikuti ketetapan Tuhan, dan bukan keinginan atau cara manusia.
(II)
Dosa
Dosa
Ketika Tuhan pertama kali menciptakan manusia, Dia menamakannya Adam, dan isterinya bernama Hawa. Mereka diciptakan sempurna dan suci. Adam dan Hawa, tidak memiliki masalah tentang persekutuannya dengan Tuhan. Namun, segalanya berubah tidak lama setelah penciptaan mereka. Mereka berdosa. Sejak Adam dan Hawa berdosa, mereka tidak boleh lagi mendekati Tuhan seperti waktu mereka tidak berdosa. Tuhan adalah kudus, tidak mungkin mendekat ataupun dapat didekati oleh manusia yang berdosa. Kita lihat di sini perantara yang memisahkan antara Tuhan dengan manusia, ialah dosa.
Jelas, bahawa setiap orang berdosa dan tidak mengikuti ketetapan Tuhan bukan saja tidak boleh masuk syurga, dia harus pergi ke neraka. Neraka adalah juga ciptaan Tuhan, tapi awalnya tidak dimaksudkan untuk manusia. Tuhan menciptakannya untuk malaikat syurga yang memberontak iaitu Iblis (Matius 25:41). Namun, setiap manusia yang berdosa, harus menderita hukuman dosa di neraka (Roma 6:23).
(III)
Seluruh Dunia Menjadi Berdosa.
Jadi, setiap orang berdosa berada di bawah hukuman kematian dan neraka. Tapi berikutnya, sebelum orang dapat diselamatkan, seseorang harus menyadari bahawa dia orang berdosa. Tuhan berkata bahawa setiap orang di dunia ini adalah orang berdosa (Roma 3:23). Dosa tidak hanya terbatas pada perompak, pembunuh, atau penzina. Orang berdosa adalah orang yang telah melanggar ketetapan Tuhan yang diwahyukan dalam firman Tuhan.
(IV)
Jawapan bagi Dosa
Hanya ada satu jawapan untuk dosa. Oleh kerana Tuhan adalah Pencipta yang paling adil dan suci, ia tidak boleh menutup mata pada dosa. Dia juga tidak dapat mengambil kembali firman-Nya bahwa dosa harus dihukum dengan kematian yang kekal di api neraka.
Banyak yang telah berusaha untuk menyelesaikan dosa dengan berbagai cara. Cara manusia menyelesaikan dosa adalah dengan mencuba untuk menyenangkan Tuhan dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik, atau ritual, bahkan dengan menyiksa dirinya sendiri. Walaupun demikian hal ini tidak pernah cukup baik untuk Tuhan, karena karya yang baik tidak bisa membatalkan perintah Tuhan bahwa dosa harus dihukum (Yesaya 64:6). Oleh karena itu, satu-satunya jawapan untuk dosa adalah hukuman.
Ketika semua nampak sudah tiada jalan, dan seluruh umat manusia ditakdirkan ke neraka, Tuhan memberikan jalan keselamatan. Hanya Tuhan yang boleh dan mampu menyelamatkan manusia dan mengembalikan persekutuan serta perhubungan yang telah rusak. Semua usaha manusia tidak akan cukup.
Tuhan maha suci dan maha adil, dan yang pasti penuh kasih. Oleh karena itu, Tuhan mengutus diriNya sendiri melalui Yesus Kristus, untuk dilahirkan oleh seorang wanita, menjadi manusia, dan tinggal di antara manusia. Tuhan dalam rupa manusia, berjalan di bumi dan hidup tanpa dosa, karena Dia adalah Tuhan. Dia melakukan mujizat untuk membuktikan keilahian-Nya.
Setelah waktu tiba, Yesus lalu menyerahkan diri-Nya untuk disalibkan. Banyak yang berusaha membunuhnya. Dia tidak melawan dan menyerahkan diri-Nya karena Dia datang ke bumi dengan misi utama memberikan kehidupan-Nya. Ketika Dia meninggal di atas kayu salib, Dia tidak hanya mengalami kematian secara, tetapi murka Tuhan atas segala dosa dunia dipertanggungjawab kepadaNya (Yesaya 53:3-6). Oleh karena itu, di salib, Yesus menanggung hukuman bagi dosa-dosa seluruh dunia atas diriNya (1 Yohanes 2:2).
(V)
Jalan Keselamatan
Yesus mati di atas kayu salib untuk seluruh
dunia. Pengorbanan diri-Nya, jalan keselamatan bagi semua manusia. Oleh karena
itu, jalan keselamatan bagi manusia selesai. Yesus menangis di kayu salib,
"Sudah selesai," mengacu pada jalan ke surga bagi manusia (Yohanes
19:30).
Sekarang, tuntutan Tuhan, bahwa mereka yang ingin diselamatkan, harus bertobat dari dosa-dosa mereka dan percaya kepada Yesus Kristus. Dia harus mengakui dirinya berdosa, setuju dengan Tuhan tentang status dosa dan kita harus melihat kepada Yesus dan memanggil Yesus untuk menyelamatkannya (Roma 10:13). Jika ia melakukan itu, Yesus akan menyelamatkannya, dan pengorbanan-Nya di atas kayu salib akan dihitung atas dia dan kita akan memiliki hidup yang kekal (Yohanes 3:16; 1 Yohanes 5:13).
Sekarang, tuntutan Tuhan, bahwa mereka yang ingin diselamatkan, harus bertobat dari dosa-dosa mereka dan percaya kepada Yesus Kristus. Dia harus mengakui dirinya berdosa, setuju dengan Tuhan tentang status dosa dan kita harus melihat kepada Yesus dan memanggil Yesus untuk menyelamatkannya (Roma 10:13). Jika ia melakukan itu, Yesus akan menyelamatkannya, dan pengorbanan-Nya di atas kayu salib akan dihitung atas dia dan kita akan memiliki hidup yang kekal (Yohanes 3:16; 1 Yohanes 5:13).
Injil Kristus bukan hanya berbicara mengenai
dosa namun demikian Injil juga menyediakan jawapan kepada Syurga yang kekal.
(VI)
Keputusan
Keputusan
Saudara dan saudari, hari ini kita dapat
mengerti erti keselamatan. Hal yang paling penting dan sangat berharga dalam
hidup sebagai orang yang percaya. Keselamatan memerlukan langkah pertama iaitu
harus bertobat dari dosa dan menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Mari kita berdoa kepada Tuhan Yesus Kristus,
mengakui keadaan kita yang berdosa dan menerima hadiah percumaNya bernama keselamatan.
Artikel ini
disumbangkan oleh;
Robin Maramat, M.C.S
0 comments:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.