Friday, 2 February 2018

Dalam dunia yang penuh dengan materialistik ini, kita menyaksikan ramai manusia yang bersaing dalam pelbagai hal untuk mendapatkan harta, wang ringgit, pengiktirafan, anugerah, pangkat dan penghormatan. Sebilangannya juga bermati-matian, kerja keras siang dan malam sehingga seolah-olah mereka akan hidup selama-lamanya dan melupakan matlamat akhir hidupnya.

Pada perkongsian kali ini, saya ingin membawa saudara dan saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus tentang Rasul Paulus di dalam suratnya Filipi 1:1-2. Berbeza dengan kebanyakan surat-suratnya, Paulus memperkenalkan dirinya kepada jemaat di Filipi bukan sebagai rasul melainkan sebagai hamba Kristus Yesus. Dia tidak meninggikan diri dengan gelarannya dan ini juga menunjukkan betapa dekat dan mesranya hubungan antara Paulus dan jemaat di Filipi, sehingga dia tidak perlu membahasakan diri sebagai rasul.

Ketika gelar 'rasul' dilekatkan pada diri seseorang, maka melekat pula pangkat dan kepemimpin Ilahi pada orang tersebut. Sebaliknya ketika kata 'hamba' yang dilekatkan pada diri seseorang, maka tidak ada gelaran dan kuasa yang melekat pada orang tersebut. Seorang hamba adalah milik tuannya, dia mengerjakan pekerjaan-pekerjaan tuannya dan dia tunduk kepada perintah-perintah tuannya. Seorang hamba Kristus Yesus adalah milik Yesus, yang melakukan pekerjaan-pekerjaan dengan penuh taat setia tanpa berbelah bahagi.

Surat Filipi ini ditulis ketika Paulus sedang di penjarakan. Keadaan dalam penjara sudah pasti tidak menyenangkan. Penerima surat, iaitu jemaat di Filipi, sungguh mengasihi Paulus dan mereka resah karena khuatir akan nasib sang rasul. Namun demikian, salam Paulus sungguh menguatkan mereka. Paulus menguatkan segenap jemaat bahwa dirinya tetaplah hamba milik Kristus, meskipun dia sedang berada di dalam penjara di bawah pemerintahan Romawi. Pemenjaraan dan seksaan tidak mengubah status Paulus sebagai hamba Kristus Yesus. Paulus juga meyakinkan jemaat di Filipi bahawa pemenjaraannya bukan disebabkan kesalahan dirinya atau terdapat sebarang jenayah dilakukannya, tetapi oleh karena ketaatannya sebagai seorang hamba.

Salam Paulus mengajak kita untuk merenungkan status kita sebagai hamba-hamba Kristus Yesus. Sedarkah bahawa kita ini milik-Nya? Kita telah dibeli dengan harga yang mahal untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya. Sudahkah kita taat kepada panggilan-Nya itu? Sudahkah Kristus diberitakan melalui hidup kita? Ataukah tekanan dan siksaan telah mengalihkan panggilan Tuhan di dalam hidup kita? Tetaplah setia sebagai orang-orang yang percaya kepada Kristus.

Salam damai sejahtera Tuhan Yesus Kristus menyertai kita semua. Amen.

02 Feb 2018

0 comments:

Post a Comment

:) :)) ;(( :-) =)) ;( ;-( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.

Popular Posts