Pada perkongsian
kali ini, saya ingin membawa saudara dan saudari terkasih dalam nama Tuhan
Yesus Kristus tentang Rasul Paulus di dalam suratnya Filipi 1:1-2. Berbeza
dengan kebanyakan surat-suratnya, Paulus memperkenalkan dirinya kepada jemaat
di Filipi bukan sebagai rasul melainkan sebagai hamba Kristus Yesus. Dia tidak
meninggikan diri dengan gelarannya dan ini juga menunjukkan betapa dekat dan
mesranya hubungan antara Paulus dan jemaat di Filipi, sehingga dia tidak perlu
membahasakan diri sebagai rasul.
Ketika gelar
'rasul' dilekatkan pada diri seseorang, maka melekat pula pangkat dan
kepemimpin Ilahi pada orang tersebut. Sebaliknya ketika kata 'hamba' yang
dilekatkan pada diri seseorang, maka tidak ada gelaran dan kuasa yang melekat
pada orang tersebut. Seorang hamba adalah milik tuannya, dia mengerjakan
pekerjaan-pekerjaan tuannya dan dia tunduk kepada perintah-perintah tuannya.
Seorang hamba Kristus Yesus adalah milik Yesus, yang melakukan
pekerjaan-pekerjaan dengan penuh taat setia tanpa berbelah bahagi.
Surat Filipi ini ditulis
ketika Paulus sedang di penjarakan. Keadaan dalam penjara sudah pasti tidak menyenangkan.
Penerima surat, iaitu jemaat di Filipi, sungguh mengasihi Paulus dan mereka
resah karena khuatir akan nasib sang rasul. Namun demikian, salam Paulus
sungguh menguatkan mereka. Paulus menguatkan segenap jemaat bahwa dirinya
tetaplah hamba milik Kristus, meskipun dia sedang berada di dalam penjara di
bawah pemerintahan Romawi. Pemenjaraan dan seksaan tidak mengubah status Paulus
sebagai hamba Kristus Yesus. Paulus juga meyakinkan jemaat di Filipi bahawa
pemenjaraannya bukan disebabkan kesalahan dirinya atau terdapat sebarang
jenayah dilakukannya, tetapi oleh karena ketaatannya sebagai seorang hamba.
Salam Paulus
mengajak kita untuk merenungkan status kita sebagai hamba-hamba Kristus Yesus.
Sedarkah bahawa kita ini milik-Nya? Kita telah dibeli dengan harga yang mahal
untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya. Sudahkah kita taat kepada
panggilan-Nya itu? Sudahkah Kristus diberitakan melalui hidup kita? Ataukah
tekanan dan siksaan telah mengalihkan panggilan Tuhan di dalam hidup kita?
Tetaplah setia sebagai orang-orang yang percaya kepada Kristus.
Salam damai
sejahtera Tuhan Yesus Kristus menyertai kita semua. Amen.
0 comments:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.