Monday, 12 February 2018

Salam bulan Februari. Damai sejahtera dan sukacita Yesus Kristus menyertai kita semua. Pada hujung minggu yang lalu, saya telah dijemput dan berkesempatan mengajar Kitab Filipi dalam sebuah sekolah pelayanan muda-mudi yang diadakan selama sebulan di salah sebuah gereja di Kuching.

Dalam pembelajaran kitab Filipi pada bahagian kedua (Filipi 2:6-11), Paulus telah memberikan teladan Tuhan Yesus Kristus kepada jemaat di Filipi. Mengapakah Paulus memasukkan bahagian ini di dalam suratnya? Paulus menjelaskan bahagian ini setelah menerima perkhabaran dari Timotius dan begitu juga dari Epafroditus mengenai keadaan jemaat di FIlipi ketika itu. Paulus terbatas untuk melawat jemaat yang dia sendiri dirikan oleh kerana dirinya sedang dipenjarakan.

Teladan Kristus itu adalah pengosongan diri-Nya. Kristus mengosongkan diri. Mengapa disebut mengosongkan diri? Kerana dalam sepanjang hidup dan masa pelayanan-Nya selama tiga setengah tahun di bumi, Dia yang sekalipun adalah Tuhan yang sejati, tidak menganggap kesetaraan dengan Tuhan itu sebagai milik yang harus dipertahankan (ayat 6). Kristus menjadi sama dengan manusia, bahkan dalam rupa seorang hamba. Dia sebagai Allah yang tidak terbatas harus dilahirkan sebagai seorang manusia yang sangat terbatas dan hina, bahkan menjadi bayi kecil lahir di kandang hina.

Kita mungkin sulit mengerti pengosongan diri ini. Saya bawa saudara dan saudari kepada suatu ilustrasi. Ketika seorang bapa berusaha berkomunikasi dengan anak kecil, dia harus 'mengosongkan diri', berbicara dalam bahasa kanak-kanak supaya anak tersebut dapat mengerti sekaligus membina hubungan kasih saying yang erat antara bapa dan anak.

Begitu juga dengan Yesus Kristus yang menanggalkan segala 'kemuliaan dan kebesaran' demi untuk berkomunikasi, mendekati dan berhubung dengan manusia ciptaannya. Dialah Pencipta yang masuk ke dunia dan membatasi diri dengan menjadi manusia ciptaan. Bahkan, bukan hanya mengosongkan diri, Dia melangkah lebih rendah menjadi hamba dan mati menanggung penderitaan yang perit dan aib yang tidak terperi.

Inilah cara Tuhan membawa manusia masuk dalam kepenuhan-Nya melalui penyangkalan dan pengorbanan-Nya agar orang mendapatkan berkat dan anugerah Tuhan. Kristus telah membayar harga yang termahal yang dapat dilakukan dengan menyerahkan nyawa-Nya sendiri di atas kayu salib menjadi tebusan bagi banyak jiwa.

www.sarawakdoaku.com
Februari, 2018

12 Feb 2018

0 comments:

Post a Comment

:) :)) ;(( :-) =)) ;( ;-( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.

Popular Posts